Ketua MPR: Lari Dari Konsensus Nasional, Siap-siap Jadi Kuli Di Negeri Sendiri

Jakarta, Liputan.co.id – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan selama 72 tahun kemerdekaan dan 19 reformasi banyak kemajuan yang telah terjadi di Indonesia. Kemajuan itu antara lain adanys otonomi daerah dan kebebasan berbicara serta berkarya.

“Termasuk kita semua yang saat ini berkumpul di sini untuk bersilaturrahmi, semua yang di ruangan ini kedudukannya sama,” kata Zulkifli saat jadi pembicara dalam Silaturrahmi Nasional Junior Chamber International, di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (31/7/2017).

Kalau di antara yang hadir dalam pertemuan ini belum jadi bupati, gubenur atau wakil rakyat ujar Zulkifli, itu hanya soal garis tangan saja.

Namun di balik semua kemajuan yang sudah diperoleh Bangsa Indonesia, Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini juga mengungkap kerugian immateril yang dialami oleh bangsa ini.

“Akibat kemajuan, kita kehilangan nilai-nilai luhur sehingga memicu terjadinya kesenjangan secara massif. Masyarakat saat ini sebagian besar lebih menghargai hasil ketimbang proses,” tegasnya.

Bahkan lanjut dia, sistem demokrasi Pancasila yang digagas oleh pendiri bangsa ini tidak lagi dihiraukan. Pancasila ujar dia, memudar karena Pancasila itu hanya di buku.

Karena itu, Zulkifli mengajak semua peserta Silaturrahmi Nasional JCI untuk kembali kepada ke jatidiri sesuai dengan konsensus nasional Empat Pilar MPR RI. “Kalau lari dari konsensus nasional itu, siap-siap jadi kuli di negerinya sendiri,” pungkasnya. (zul)

Komentar