Jakarta, liputan.co.id – Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba menyatakan banyak elemen dan infrastruktur di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang harus segera diperbaiki.
Dengan adanya perbaikan tersebut, Parlindungan berharap TPST yang terletak di Kota Bekasi itu mampu menjadi area ramah lingkungan, masyarakat, serta mampu menghasilkan energi yang bermanfaat.
“Kemarin kami ke Bantar Gebang. Wilayah itu merupakan tempat pengolahan sampah terbesar yang harus dikelola dengan baik karena mempunyai potensi yang dapat memberikan manfaat besar kepada masyarakat. DPD RI akan membahasnya dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, ataupun investor,” kata Parlindungan, didampingi anggota Komite II DPD asal DKI Jakarta Dailami Firdaus, di Gedung DPD RI, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (29/8/2017).
DPD lanjutnya, akan melakukan studi banding dan akan mencarikan siapa-siapa dari luar negeri yang memberikan perhatian. Selama ini Bantar Gebang belum terpromosi, terbuka peluang kerja sama dengan orang luar. “Ini makin nampak bahwa di sana sudah ada program Kerjasama Pemerintah Badan Usaha. Kita dalam waktu dekat paling lama tiga bulan sudah ada actionnya,” janji dia.
Dailami Firdaus menambahkan, TPST Bantar Gebang masih jauh dari konsep ideal tempat pengelolaan sampah terpadu karena ada beberapa infrastruktur vital di TPST Bantar Gebang yang harus diperbaiki.
“Banyak hal yang harus diperbaiki kedepannya untuk meningkatkan potensi dan mengatasi problem yang selama ini belum teratasi. Kapasitas power plant harusnya 16 MW tapi sekarang hanya sekitar 500 KWH. Limbah air juga perlu dicarikan jalan keluar, karena masyarakat sekitar juga terdampak atas lokasi sampah di sini,” imbuhnya.
Dia tegaskan, TPST Bantar Gebang masih jauh dari konsep ideal tempat pengelolaan sampah terpadu. Keamanan TPST Bantar Gebang lanjutnya, masih belum diperhatikan.
“Banyak hal yang harus menjadi perhatian dari pemda, misalnya ruang ramah anak, masjid, dan pos pemadam kebakaran. Kalau terjadi apa-apa, dalam situasi panas, sampah bertumpuk, bisa jadi kebakaran, perlu dicari jalan keluarnya. Bisa berdampak pada masyarakat, ini tidak ada pemadam kebakaran, harus segera dipenuhi dalam waktu dekat,” imbuhnya.







Komentar