Karena Alasan Pancasila, Indonesia Disarankan Tampung Pengungsi Rohingya

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Carles Simaremare menyarankan pemerintah bersikap lebih terbuka jika suatu saat etnis Rohingya dari Miyanmar harus mengungsi dan menetap untuk sementara waktu di wilayah Indonesia.

Sikap terbuka dan menerima etnis Rohingya untuk sementara tersebut menurut Carles, sebagai konsekuensi dari nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Menurut saya, kalau benar karena sesuatu hal dan di luar dugaan sehingga Indonesia harus menampung para pengungsi Rohingya, sebaiknya terima saja sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila,” kata Carles, saat dihubungi wartawan, Senin (4/9/2017).

Kalau Indonesia bersikap tertutup dan menolak para pengungsi Rohingya lanjutnya, itu sama artinya dengan membiarkan nyawa semakin banyak melayang dan tertumpahnya darah di muka bumi.

“Kalau itu terjadi, menurut saya itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa,” tegas Senator dari Provinsi Papua itu.

Dia jelaskan, di samping alasan Pancasila, menurut Carles secara geografis Indonesia sangat mungkin untuk sementara waktu menerima masyarakat Rohingya karena memiliki ribuan pulau yang mungkin bisa untuk sementara waktu dipakai mereka.

“Untuk tinggal sementara di Indonesia dengan alasan kemanusiaan, kita tempatkan mereka di salah satu pulau yang kosong dan layak huni,” saran anggota Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI itu.

Mengurus orang yang teraniaya dan betul-betul diperhatikan imbuh Carles, pasti akan menjadi perhatian dunia dan dicatat dalam sejarah internasional.

“Saya percaya, kalau takdir mengharuskan mereka menjadi warga Negara Indonesia, bisa saja rasa nasionalismenya untuk membangun Indonesia akan lebih bagus karena Negara sudah menolong mereka. Saya paham gagasan ini tidak akan populer. Tapi saya berani mengatakannya hanya karena alasan kemanusiaan sebagaimana yang diajarkan Pancasila,” pungkasnya.

Komentar