Palembang, liputan.co.id – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodi Yudono menyatakan negeri ini sedang memasuki zaman kalang-kabut dan membingungkan. Karena itu, para wartawan online harus segera bersatu untuk bersinergi menghadapi zaman yang oleh penyair Rendra ujar Jodi, disebut sebagai kekalangkabutan zaman.
Hal tersebut dikatakan Jodi usai Pelantikan Pengurus Wilayah IWO Provinsi Sumatera Selatan, Pengurus Daerah IWO Kota Palembang dan Pengurus Daerah IWO Kabupaten Ogan Komering Ilir, masa bakti 2017-2022, di Auditorium DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang, Sabtu (2/9/2017.
“Negeri ini memasuki zaman yang kalang-kabut dan membingungkan. Menghadapi situasi ini, kita harus bersatu, bersinergi untuk saling mendukung dan menguatkan,” tegas Jodi.
Oleh karena itu, Jodi sangat berharap IWO Sumatera Selatan mampu mengemban amanat yang cukup berat itu. Dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan, Jodi menyatakan, apa bedanya dengan Nabi yang sama-sama menyampaikan pesan?
“Saya ingin IWO jadi organisasi yang beradab, profesionalisme dan saling membantu. Tanggung jawab yang juga tidak kalah pentingnya, IWO berkewajiban menjaga marwah Bumi Sriwijaya ini secara baik sehingga kalian berhak dapat perlakuan terpuji,” ujarnya.
Selain itu, dia juga sangat menghargai kreatifitas IWO Sumatera Selatan yang memberi peran bagi para pelajar SMA Negeri 10 Kota Palembang dalam acara pelantikan.
“Pelantikan IWO Sumatera Selatan ini luar biasa karena melibatkan pelajar SMA. Kalian sungguh hebat bernyanyinya?,” kata Jodi, memuji kepiawaian Paduan Suara SMA Negeri 10 dalam membawakan lagu-lagu nasional pada acara tersebut.
Bahkan, Jodi juga menyerukan para pelajar itu untuk berkarir nantinya di bidang kewartawanan sebab wartawan adalah salah satu profesi yang pantas untuk ditekuni anak muda.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan Yansuri Ahmad, dan pasangan bakal calon Wali Kota Palembang Mularis Djahri-Luri Teza Alex serta Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Wilayah Sumatera Selatan Herlan Asfiudin.







Komentar