Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Juniwati T Masjchun Sofwan menyatakan lebih dari 75 ribu warga di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi belum merekam data diri ke dalam Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-e). Sedangkan khusus di Kecamatan Sarolangun, menurut Juniwati juga ditemukan lebih dari 10 ribu warga juga belum merekam datanya ke KTP-e.
Data tersebut diperoleh Juniwati dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jambi yang berlangsung dari 22 Juli hingga 14 Agustus 2017 lalu.
“Lebih dari 75 ribu warga di Kabupaten Sarolangun, Jambi belum merekam data dirinya ke KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sarolangun,” kata Juniwati, di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Salah satu penyebab lambatnya proses rekam data warga lanjutnya, antara lain kurang pasokan listrik, sangat terbatasnya alat perekam dan mudah rusak lagi. “Kalau sudah rusak, harus mendatangkan teknisi dari Jakarta dan alatnya harus pula diantar ke Kota Jambi,” jelas dia.
Senator Jambi ini menegaskan, permasalahan KTP-e di Jambi dan di semua provinsi hanya imbas dari kinerja Pemerintah Pusat.
“Keterbatasan blanko pencetakan dari Pemerintah Pusat membuat masyarakat belum memiliki KTP-e. Ini juga bias ke program BPJS Kesehatan, pbuatan rekening bank bahkan urusan administrasi lainnya,” ujar Juniwati.
Untuk mengatasi kendala blanko KTP-e itu kata dia, Dinas Dukcapil menerbitkan surat keterangan KTP-e sementara yang dapat digunakan untuk keperluan pengurusan administrasi.







Komentar