DPD RI Usul Pembangunan Bandara di Kayong Utara Masuk PSN

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Kalimantan Barat Rubaeti Erlita bersama Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mendatangi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas).

Kedatangan mereka ke PPN/ Bappenas untuk menanyakan kelanjutan rencana pembangunan bandara di Kayong Utara, Kalimanatan Barat.

“Kunjungan ini menindaklanjuti atas kunjungan Komite II DPD RI ke Kabupaten Kayong Utara,” kata Rubaeti, di Gedung PPN/ Bappenas, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Bandara lanjutnya memang sangat penting buat masyarakat setempat. “Kita berharap pembangunan bandara bisa segera terwujud,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Parlindungan Purba mengusulkan pembangunan bandara di Kayong Utara dimasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga pembangunan bandara bisa segera cepet selesai.

“Kami mengusulkan pembangunan bandara ini bisa dimasukkan ke dalam PSN. Di terima atau tidaknya urusan belakangan. Terpenting diajukan dulu,” kata Parlindungan.

Ia tambahkan, untuk PSN hanya dua tahun saja programnya. DPD kata Parlindungan mendorong pihak swasta investasi di situ karena tidak bisa mengandalkan APBN. “Kita tidak bisa mengandalkan APBN karena akan lama. Keinginan kita PSN dulu,” tegas senator asal Sumatera Utara itu.

Selain itu, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryakbrata mengatakan sampai saat ini memang ada dua rencana pembangunan bandara. Namun informasi saat ini untuk bandara di Sukadana (Kayong Utara) merupakan lokasi baru.
“Mudah-mudahan di Sukadana bukan wilayah hutan gambut,” ujarnya.

Wismana menjelaskan ada beberapa pertimbangan bersama yang perlu dicermati dari dua wilayah yaitu Kayong Utara dan Ketapang yang menjadi usulan pembangunan bandara.

“Memang Ketapang tidak bisa dibangun karena ada rumah sakit. Nantinya kita harus melihat perluasan dari sisi mana dan kebutuhannya seperti apa?. Apa lagi jarak tempuh akan menjadi pertimbangan,” imbuh Wismana.

Komentar