Politikus PPP Minta Kemenaker dan Pemda Perhatikan Ini

Jakarta, Liputan.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz menyatakan perlu revitalisasi Badan Latihan Kerja (BLK) di Provinsi Kalimantan Barat. Revitalisasi BLK tersebut menurut Irgan menyangkut sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), dan menurunnya alokasi APBN untuk kegiatan BLK.

“Persoalan sarana dan prasarana serta SDM merupakan masalah yang cukup kompleks di hampir semua BLK di Indonesia,” kata Irgan, Senin (30/10/2017), ketika meninjau BLK di Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebagai contoh lanjutnya, semula instruktur berjumlah 39 orang dan kini hanya tersisa 18 orang. Tahun-tahun berikutnya pasti akan berkurang lagi jumalahnya karena paket kegiatan BLK dikurangi terus.

Disamping pengurangan instruktur dan paket kegiatan, alokasi APBN pun menurut dia mengalami penurunan signifikan. “Pada tahun sebelumnya di APBN masih dialokasikan sekitar Rp3 milyar. Sekarang menjadi hanya Rp400 juta dan dukungan dari APBD Rp 500 juta. Ini harus jadi perhatian semua pihak terkait,” tegasnya.

Karena itu, politikus PPP ini meminta Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Daerah (Pemda) memikirkan, bagaimana kelanjutan BLK ini? Kalau terus-menerus dibiarkan maka akan tergerus sehingga BLK tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain itu, Irgan juga menyayangkan sarana dan prasarana yang ada di BLK saat ini yang masih berjalan hanya otomotif. Menurutnya, jika tidak dimaksimalkan dengan benar hanya akan menjadi sia-sia. Oleh karenanya, kepada seluruh pihak yang terkait agar bisa berpikir bagaimana BLK ini bisa lebih aktif lagi dengan berbagai kejuruan yang dioptimalkan sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat.

“Di sini ada beberapa kejuruan yang memang diminati seperti tata rias, menjahit, operator, dan otomotif. Fokuskan saja ke kejuruan yang masih banyak peminatnya jika memang kejuruan lain tidak begitu diminati agar dialihkan kepada kegiatan yang masih diminati,” sarannya.

Bahkan wakil rakyat dari Provinsi Banten III itu menyesalkan ada beberapa alat yang sudah tidak layak pakai masih digunakan seperti elektronik yang dipakai itu sejak tahun 80an.

“Saya kira sudah tidak layak lagi untuk sekarang ini, karena sekarang ini kan teknologi sudah jauh lebih canggih daripada dahulu dan juga beberapa alat-alat kejuruan yang lain untuk bisa memperlancar kegiatan,” pungkasnya.

Komentar