Pamit pada Oesman Sapta, Dubes Rusia Puji DPD RI

Jakarta, Liputan.co.id – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin menyatakan terima kasih atas dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sehingga hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Dukungan dimaksud antara lain penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua Senat pada November 2016 dan kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia ke Indonesia pada Agustus 2017 silam.

Pernyataan tersebut disampaikan Mikhail kepada Ketua DPD RI, Oesman Sapta saat menggelar pertemuan mohon pamit sebagai Dubes Rusia untuk Indonesia, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (21/11/2017).

“Kunjungan ini memiliki makna yang besar yakni mempererat hubungan kedua negara, dan kami sangat senang. Apalagi selama ini DPD RI juga memberikan sambutan serta bantuan dalam berbagai hal terkait hubungan bilateral,” kata Mikhail.

Kedua negara lanjut dia, sudah mempunyai pondasi yang kuat dan diharapkan hubungan Indonesia dan Rusia akan lebih erat lagi ke depannya.

Lima tahun sudah bertugas di Indonesia, Mikhail juga menyatakan sangat terkesan dengan keindahan alam Indonesia.

“Saya sangat terkesan dengan Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera. Ini sangat saya ingat di lubuk hati saya. Apalagi, keindahan alamnya. Semua kenangan ini akan tetap hidup di hati saya, isteri dan keluarga saya,” ujarnya.

Sedangkan Oesman, menyatakan kesan positif terhadap Mikhail. Ia menilai Mikhail adalah duta besar yang populer karena ramah dan baik. Oesman juga berharap agar hubungan dengan Rusia bertambah baik.

“Indonesia sangat welcome dengan negara mana saja, hubungan dengan Rusia juga bertambah baik dan ini akan kita teruskan. Makanya jangan lupa, kalau mau liburan ke Indonesia bisa ke Bali, Kalimantan maupun Sumatera,” saran Oesman.

Selain itu, Senator Kalimantan Barat itu juga bertanya mengenai keberlangsungan investasi Rusia dalam proyek pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan, investasi gabungan PT Pertamina dan Perusahaan Rusia Rosneft Oil Company di Tuban Jawa Timur.

Menurut Oesman dampak dari investasi Rusia ini sangat bagus. Dampak investasinya bagus yaitu memperlancar angkutan, cost kita akan lebih rendah dengan ada angkutan batubara, costnya rendah, jadi profitnya lebih tinggi,” kata Oesman.

Menyikapi pertanyaan itu, Mikhail mengatakan bahwa saat ini sedang dikembangkan pembangunan jalur dan pengembangan pembangunan fasilitas pendukungnya. “Kereta api Borneo tetap melanjutkan pekerjaan, namun kalau soal pengelolaan tarif, kita memang belum tahu. Ini masih negoisasi dengan kereta api dan perusahaan batu bara,” imbuhnya.

Komentar