Politikus PDIP Anggap Program PTSL Terancam Gara-Gara Ini

Jakarta, Liputan.co.id – Terbatas dan minimnya sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kemen ATR) berpotensi jadi penghambat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh Indonesia.

Apalagi kata Anggota Komisi II DPR RI, Hetifah Sjaifudin, Program PTSL ini target nasionalnya mencapai lima juta sertifikat.

“Saya berharap semua pihak turut mensukseskan program tesebut. Perlu kerjasama yang baik dengan semua pihak,” kata Hetifah lewat rilisnya, Selasa (7/10).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, minimnya SDM, sarana prasarana, serta juru ukur hendaknya bukan menjadi penghambat. “Pemda harus dapat memanfaatkan program ini,” ujarnya.

Dia jelasksan, dari target lima juta sertifikat se-Indonesia yang akan diberikan Presiden Joko Widodo, Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan target 82.000 sertifikat.

Dari target tersebut, Kantor Pertanahan (Kantah) Balikpapan kata Hetifa, mendapatkan target 5.200 sertifikat. Sampai saat ini baru tercapai 14,85 persen sertifikasi.

“Saya sangat mendukung program ini, perlu strategi untuk mensukseskanya. Apalagi untuk persiapan tahun depan Balikpapan targetnya mendapat kuota 16.000 sertifikat. Jadi targetnya tiga kali lipat dan membutuhkan bekerja keras dari semua unsur stakeholder. Intinya PTSL adalah tanggung jawab bersama”, tegas Wakil Rakyat dari Kalimantan Timur itu.

Komentar