Jakarta, Liputan.co.id – Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nofi Candra mengaku miris dengan aspirasi petani bawang merah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat karena di saat panen raya bawang merah, harga anjlok.
Padahal kata Senator Sumatera Barat (Sumbar) itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menjanjikan Kabupaten Solok sebagai kawasan sentra produksi bawang merah nasional.
“Saat reses DPD RI minggu lalu, para petani bawang merah mulai mempertanyakan janji pemerintah yang menjadikan daerahnya sebagai sentra bawang merah. Kami miris mendengar jeritan petani bawang merah di Kabupaten Solok. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula karena pada panen raya bawang merah harga anjlok. Menteri Pertanian dan Bulog menghindar,” kata Nofi, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian, Bulog, di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (22/11).
Jeritan petani bawang merah itu lanjutnya bukan karena gagal panen tapi harga bawang merah di bawah pasaran Rp15.000 per kilo gram sehingga merugi dan menguras tabungan kekayaannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Nofi mendengar protes petani bahwa semua itu dikarenakan pemerintah cq Menteri Pertanian, yang menetapkan Kabupaten Solok menjadi sentra bawang merah dengan janji Perum Bulog menampung seluruh hasil pertanian bawang merah sejak 28 Desember 2016.
Karena janji itu pula ujar Nofi, hampir seluruh petani di beberapa nagari di Kabupaten Solok menanam bawang merah di mana sebagian pelaku pertanian mulai meninggalkan tanaman lain seperti lobak/ kol, tomat, dan kentang.
“Praktiknya, Kementan melalui Bulog hanya menampung bawang-bawang merah jenis jumbo sedangkan sisanya sampai puluhan ton bawang merah tidak terjual hingga membusuk yang pada gilirannya merugikan petani,” ungkapnya.
Menanggapi ini, Perum Bulog yang dipimpin Dirut Djarot Kusumayakti mengungkapkan keterbatasannya dalam sarana dan prasarana gudang sehingga tidak bisa menampung seluruh hasil pertanian termasuk bawang merah dari petani Kabupaten Solok. Ia menyarankan keterbatasan itu bisa ditanggulangi oleh pemerintah daerah setempat.







Komentar