Takbir Diidentifikasikan Sebagai Teroris, Kapolres Dharmasraya Perlu Dicopot

Jakarta, Liputan.co.id – Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy menyatakan sebaiknya Kapolres Dharmasraya AKB (Pol) Roedy Yoelianto dicopot dulu untuk diberikan pembinaan karena telah menyebut teriakan takbir adalah indikasi teroris.

Pernyataannya Roedy tersebut terungkap saat diminta sikapnya ketika diwawancarai salah satu televisi swasta, terkait peristiwa terbakarnya Polres Dharmasraya, di Sumatera Barat.

“Saya belum dengar langsung pernyataan Kapolres Dharmasraya yang menyatakan bahwa teriakan takbir indikasi teroris. Kalau benar, jawaban tersebut sangat menyakiti umat Islam, karena takbir adalah bagian dari ibadah salat,” kata Habib, saat dihubungi wartawan Selasa, (21/11/2017).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I itu menilai pernyataan tersebut akan menggerus simpati masyarakat terhadap institusi Polri.

“Sepertinya, Kapolres Dharmasraya perlu dicopot dulu untuk diberikan pembinaan. Jangan sampai pernyataan yang tidak tepat itu menggerus simpati masyarakat kepada institusi Polri. Harus disadari bahwa mayoritas masyarakat di Indonesia adalah umat Islam,” tegas.

Pernyataan yang mengidentifikasikan teroris sebagai teriakan takbir lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, adalah pemahaman yang salah tentang tindak pidana terorisme dan bisa dipandang orang sebagai tindak penistaan agama. Takbir ujarnya adalah bagian dari ibadah salat, jangan dilabel sebagai indikator pelaku teror.

“Jika seorang pada level Kapolres saja meleset memahami terorisme, ini akan menjadi persoalan serius. Sepertinya perlu ada briefing khusus dari Kapolri untuk jajarannya, agar mereka dapat secara tepat memahami tindak pidana terorisme,” saran Habib.

Kapolri Tito Karnavian imbuh Habib, memiliki pemahaman yang mumpuni soal terorisme, bahkan sering Kapolri memberikan paparan soal terorisme di berbagai forum internasional. “Kalau Kapolres berani menyatakan takbir sebagai indikasi teroris, berarti Kapolres Dharmasraya sangat melukai umat Islam,” pungkasnya.

Komentar