DPD RI Akui Banyak Problematika Kesejahteraan Guru dan Dosen

Bengkulu, Liputan.co.id – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris menyatakan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

“Tetapi dalam implementasinya, banyak ditemui problematika yang dihadapi oleh guru dan dosen, terutama tingkat kesejahteraannya,” kata Fahira saat berdialog dengan para guru dan dosen, di Kampus Universitas Ratu Samban, di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Sabtu (16/12/2017).

Didampingi sejumlah anggota Komite III DPD RI, dan Rektor Universitas Ratu Samban Imron Rosyadi, Fahira juga menerima berbagai aspirasi para dosen dan perwakilan guru SMA serta SMK di Kabupaten Bengkulu Utara antara lain terkait dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan di daerah seperti untuk jenjang pangkat harus membuat karya tulis yang berkualifikasi nasional.

Selain itu, di daerah, kesejahteraan guru honorer dan guru bantu masih harus didukung pemerintah pusat khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Bahkan, di level dosen, untuk jabatan fungsional Lektor kepala dan guru besar mempersyaratkan tulisan ilmiah di jurnal internasional terindeks, hal ini memberatkan bagi dosen di daerah, terkait akses dan kapasitas.

Menyikapi hal tersebut, Komite III DPD RI ujar Fahira, akan membantu menyampaikan aspirasi dari daerah dan memberikan beberapa rekomendasi, pertama, masyarakat dan DPD RI perlu mendesak agar percepatan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengakomodasi nasib guru honorer yang sudah mengabdi lama.

Kedua, DPD RI akan mendorong kementerian terkait untuk melakukan kebijakan prioritas dalam waktu dekat untuk menyelesaikan masalah guru honorer sambil menunggu revisi UU ASN, agar kesejahteraan terjamin dan kompetensi dapat mengalami penguatan. Serta perlu adanya kebijakan khusus untuk sertifikasi guru honorer yang persyaratannya disederhanakan.

Ketiga, DPD RI akan berupaya mendorong kementerian terkait agar melakukan pemetaan atas persoalan guru dan dosen secara komprehensif, tepat waktu dan tepat sasaran.

Ikut dalam kunjungan kerja tersebut antara lain anggota DPD asal NTB Lalu Suhaimi, Dedi Iskandar Batubara dari Sumatera Utara, GKR Ayu Koes Indriyah dari Jawa Tengah, Novita Anakotta dari Maluku, dan Bahar Buasan dari Bangka Belitung.

Komentar