Jelang Pendaftaran Pilkada Ditutup, Ketum Partai Dinilai Galau

Jakarta, liputan.co.id – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai partai-partai politik pengusung yang mendaftarkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada injury time merupakan bentuk kepanikan karena ketiadaan sosok mumpuni yang dijagokannya.

“Kepanikan itu lebih dikarenakan beban elektabilitas masing-masing partai pengusung dengan persentase mendekati parliament threshold (PT) dalam Pemilu 2014,” kata Pangi, di Jakarta, Rabu (10/1).

Dosen politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Ciputat itu menjelaskan, jagoan yang diusung tidak memenuhi syarat sehingga akhirnya ‘dipaksa’ waktu (injury time) pendaftaran 8-10 Januari 2018 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Mereka (ketua umum partai politik) tidak lagi mempersoalkan peluang menang atau tidaknya orang yang diusung,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Reaserch & Consulting itu.

Diketahui, PDI Perjuangan “memaksakan” Puti Guntur Soekarnoputri untuk mendampingi calon gubernur Saifullah Yusuf di Jawa Timur, setelah pasangan sebelumnya (Bupati Banyuwangi) Abdullah Azwar Anas menyatakan mundur lantaran video viral pornoaksi.

Pasangan Gus Ipul-Puti itu juga “terpaksa” diusung Gerindra & PKS setelah “ketiadaan” pendukung calonnya, La Nyalla. Sementara PAN “terpaksa” mendukung Mensos Khofifah Indar Parawansa, yang dijagokan Istana.

Fenomena yang sama juga terjadi di PDI Perjuangan dalam pilkada Sumatera Utara yang mengusung Djarot Saiful Hidayat (PDI Perjuangan) – Sihar Sitorus (putra DL Sitorus), usai Djarot gagal mempertahankan “singgasananya” setelah menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Wagub DKI Jakarta menggantikan Gubernur Joko Widodo karena terpilih menjadi Presiden RI ke-7, dan menggantikan Gubernur Ahok yang masuk sel karena ujaran kebencian dengan menghina salah satu agama.

Juga, PDI Perjuangan galau mengusung Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Safarudin, yang semula diusung sebagai calon Wagub Kaltim dipasangkan dengan Cagub Syaharie Jaang asal Partai Demokrat yang akhirnya mencuat pengakuan dikriminalisasi.

Belakangan, Irjen Safarudin digadang-gadang menjadi Cagub Kaltim berpasangan dengan Cawagub Rusmadi Wongso yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim.

Komentar