Sebelum Berangkat ke KPU, Sudirman Said Pamerkan Capaiannya Ini

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sebelum meluncur ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftar, bakal calon Gubernur Jawa Tengah 2018 Sudirman Said membeberkan beberapa langkah yang telah ditempuhnya bersama relawan. Pembentukan majelis desa salah satunya.

Di Markas Perjuangan Merah Putih, di Jalan Pamularsih 95 Semarang, Sudirman Said yang juga mantan Menteri ESDM tersebut menjelaskan sampai saat ini pihaknya terus membentuk majelis desa dengan target seluruh desa di Jawa Tengah.

“Meski sudah menyeluruh di enam eks karesidenan, namun jumlahnya belum merata ke seluruh desa,” katanya, Rabu (10/1).

Majelis desa tersebut, kata dia, merupakan representasi relawan yang diterjunkan sampai tingkat RT.

“Relawan tersebut nantinya akan menjadi tim perekat struktur partai pengusung,” ujarnya.

Saat ini pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah telah mengantongi empat partai pengusung, Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB, dengan total kursi di DPRD sebanyak 42 kursi.

Meski tidak tersebut dalam bursa bakal calon pendamping Sudirman Said, Ida Fauziyah akhirnya melenggang menjadi bakal calon gubernur Jawa Tengah koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB.

Ida Fauziyah diajukan PKB. Sudirman Said sendiri mengaku menjatuhkan pilihannya pada mantan pengurus pusat Fatayat karena beberapa faktor.

“Selain PKB memiliki kursi terbanyak kedua di DPRD Jateng sebanyak 13 kursi, sosok Ida Fauziyah meruoakan politikus yang andal. Pernah tercatat sebagai anggota DPR termuda saat pemimpin sidang pada tahun 1999,” kata Sudirman Said yang akrab disapa Pak Dirman itu.

Selain itu, Sudirman Said juga mengatakan bahwa lebih dari 50 persen pemilih di Jawa Tengah merupakan kaum perempuan. Dari data yang dirilis KPU jumlah DPT di Jawa Tengah berjumlah 27,088,692 dan pemilih perempuan sebanyak 13,568,256.

“Perempuan memiliki sensitivitas tinggi dalam merawat. Untuk pemilihan Ida sebagai pendamping saya banyak mendapat dukungan dari organisasi perempuan baik di Jawa Tengah maupun nasional,” kata dia.

Dengan masuknya PKB, lanjutnya, total kursi dari partai pengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah berjumlah 42 kursi. Sementara Ganjar Pranowo-Tak Yasin yang sebelumnya mengantongi 48 kursi, mendapat tambahan Golkar menjadi 58.

“Warna-warna ini memberikan optimisme, bukan soal besar-besaran koalisi, namun ini soal kemajemukan,” tambahnya.

Sudirman Said juga menambahkan, bahwa Pemilihan Gubernur (Pilgub) ini bukanlah ajang meraih kekuasaan namun berlomba untuk menyejahterakan warga.

“Keadilan dan kemakmuran, merupakan dua sisi mata uang yang harus diwujudkan,” imbuhnya. (Bra/Art)

Komentar