oleh

Sejak 2015, Pungutan Ekspor Sawit Mencapai Rp32,3 Triliun

Jakarta, liputan.co.id – Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Dono Bustami mengatakan total dana pungutan ekspor Crude Palm Oil (CPO) mencapai Rp1 triliun setiap bulannya. Semenjak 2015 sampai dengan 2017 total  pungutan dana mencapai Rp32.3 triliun

“Soal penghimpunan dana itu sekitar Rp1 triliun tiap bulannya, awalnya pungutan dana ini adalah terjadinya harga jual sawit yang rendah pada tahun 2015 yaitu 500 dollar per ton, sehingga diharuskan ada pungutan tersebut untuk membantu petani sawit,” kata Dono saat rapat dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (22/1/2018).

Dia jelaskan, pungutan dana ekspor sepanjang tahun 2015 sebesar Rp6,7 triliun karena tidak berlaku full year. Untuk tahun 2016 nilai pungutan mencapai Rp 11,3 triliun dan di 2017 mencapai Rp14,284 triliun.

“Jika ditotal dana yang sudah terkumpul hingga saat ini adalah Rp32, 3 triliun, belum termasuk beban operasional kita, karena dana yang ada dibagi dua 1,25 persen untuk manajemen fee, selebihnya 98,75 persen dana kelolaan juga kami salurkan untuk program biodiesel dan peremajaan lahan sawit,” jelasnya.

Tentang peremajaan lahan swasta ujar Dono, pihak yang dibantu oleh BPDP-KS adalah yang memenuhi persyaratan. “Peremajaan lahan ada 53 persen petani swasta, 41 persen petani swadaya, jadi siapa saja yang memiliki lahan kelapa sawit dan memenuhi kategorinya maka dibantu peremajaan lahannya,” imbuh Dono.

Komentar

Loading...