KILASJATENG.COM, SEMARANG – Calon gubernur Jateng Sudirman Said semakin melebarkan sayap pergerakannya. Setelah terbentuknya relawan di seluruh kabupaten dan terjalinnya silaturrahmi dengan pemuka masyarakat, kini semakin banyak persoalan di Jateng yang dikantongi.
Korupsi, lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok menjadi tiga masalah yang menonjol ditengah masyarakat. Temuan tersebut didapatkan dari berbagai rangkaian workshop dan diskusi yang digelar Tim Sudirman Said saat penyusunan visi misi dan program kerja.
Demikian hal itu disampaikan Ketua Tim Perjuangan Merah Putih, Ali Khamdi di Markas Perjuangan, di Jalan Pamularsih No 95 Semarang, Selasa (16/1).
“Hasil riset tim, menemukan, tiga masalah tersebut yang paling menonjol, tentu selain persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain,” jelasnya.
Terkait persoalan korupsi, kata dia, masyarakat Jateng memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yakni pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.
Sebut saja berbagai kepala daerah dibeberapa Kabupaten/Kota di Jateng yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Bagi masyarakat, pemerintahan yang baik, berarti kerja pembangunan yang sepenuhnya untuk rakyat dan kemajuan daerah,” terangnya.
Lapangan kerja juga menjadi masalah di Jateng, angka pengangguran terbuka misalnya masih tinggi yang berada dikisaran 4,2 persen.
“Menurut data yang kami dapatkan pada tahun lalu pemuda yang menjadi pengangguran sebanyak 1,7 juta orang,” katanya.
Tingginya tingkat pengangguran tentu saja sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan warga Jateng.
Problem lain yang menonjol adalah masalah harga kebutuhan pokok yang terus naik.
“Masyarakat menginginkan harga kebutuhan pokok yang murah dan stabil,” ujarnya.
Selain itu, dari hasil pemetaan oleh relawan dan pemuka masyarakat, persoalan di Jateng semakin mengemuka.
“Sengketa lahan, wisata sampai persoalan nelayan,” kata dia.
Selain persoalan tersebut, lanjutnya, banyak pula aduan dari relawan maupun pemuka masyarakat terkait lingkungan.
“Untuk lingkungan di antaranya yang berkaitan dengan industri,” kata Ali tanpa memerinci industri yang dimaksud.
Sebagaimana diketahui, calon gubernur Jateng Sudirman Said telah membentuk tim relawan yang terdiri dari 6 koordinator di eks karesidenan, 35 koordinator Kabupaten/Kota.
“Terdapat pula koordinator tingkat kecamatan dan desa, yang semuanya telah terbentuk,” ungkapnya.
Merasa memerlukan banyak kekuatan untuk berlaga di Pilgub Jateng 2018 ini, Sudirman Said tidak ingin berpangku tangan dengan hanya mengandalkan relawan.
Selain kader partai pengusung dan pendukung, dirinya juga menjalin silaturrahmi dengan berbagai kalangan dan yang terakhir dengan Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir.
“Ototnya semakin terlihat dan semakin kuat,” kata Sudirman Said, merujuk pada kemampuan yang telah dibangunnya. (Bra/Art)







Komentar