KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau langsung warga yang terdampak banjir di Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang, Selasa (6/2).
“Rumahnya sudah bersih mbah?,” tanya Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu kepada salah seorang warga bernama Mona, yang terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir.
“Belum pak, tempat saya parah,” jawab Mona singkat. “Nanti biar dari kecamatan yang kerja bakti bereskan mbah, jangan dibersihkan sendiri, nggak kuat,” timpal orang nomor satu di Kota Semarang itu.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang sejak Senin (5/6), mengakibatkan tanggul Kalisasak jebol dan air sungai Bringin menggenangi perkampungan warga. Tak hanya air, aliran sungai yang menerjang pekampungan tersebut juga membawa lumpur dan pasir sehingga cukup sulit untuk membersihkannya.
Walikota Hendi sendiri langsung melakukan sejumlah tinjauan ke beberapa titik tanggul yang jebol serta memimpin gerakan kerja bakti untuk memberishkan rumah dan lingkungan warga dari lumpur tersebut.
“Yang jebol-jebol kita sudah komunikasikan ke Balai Besar Wilayah Sungai untuk segera diperbaiki. Dinas PU juga akan kirim bronjong dan karung pasir untuk menambah kekuatan tanggul-tanggul yang jebol itu,” katanya saat meninjau lokasi.
Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan jika sudah komunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, perihal kejadian banjir di wilayah Mangkang tersebut.
“Kemarin di Jakarta, ketemu Pak Menteri. Saya sampaikan kepada Pak Menteri untuk normalisasi Kali Beringin diprioritaskan di 2018. Hal ini perlu sampaikan karena aliran Sungai Beringin dan Plumbon itu adalah aliranya pusat, yang pengelolaannya adalah melalui Satuan Kerja Kementrian PUPR, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana,” ujarnya.
Sementara mengenai pembebasan lahan, kata Walikota Hendi, untuk normalisasi sungai Beringin sudah selesai.
“Harapan kita tentu saja segera dapat berlanjut prosesnya, karena persoalan ini hampir setiap tahun, yaitu setiap hujan di Ungaran, tanggul yang ada di sini kemudian jebol,” terangnya.
Walikota Hendi pun mengungkapkan jika sebenarnya perihal Kali Beringin tersebut telah sempat dibahasnya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
“Seminggu yang lalu juga saya lapor Pak Gubernur untuk minta agar Kota Semarang dibantu memasuki musim penghujan ini” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Hendi juga mewakili Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak. (Art)







Komentar