LIPUTAN.CO.ID, MASOHI- Dari 16.000 wartawan yang yang terdaftar pada organisasi Profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, terdapat 9000 wartawan yang sudah berkompeten.
“Sudah ada sembilan ribu wartawan yang berkompeten dari enam belas ribu wartawan dari seluruh indonesia yang terdaftar di PWI Pusat.” Demikian yang disampaikan Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki, kepada wartawan usai pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang di gelar PWI Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin, (29/1/18) yang berlangsung di Hotel Lelemuku Masohi Maluku Tengah.
Untuk diketahui, standar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) meliputi tiga jenjang, antarnya jenjang Wartawan Muda, Wartawan Madia dan Wartawan Utama.
Sesuai kurikulum yang sudah diperbaiki, akan dipersiapkan wartawan yang berkompetensi pada rubric masing-masing, misalnya wartawan yang meliput rubric Olah Raga.
“Kedepan kurikulum kompetensi wartawan akan lebih berkompetensi pada bidang atau rubric peliputannya masing-masing, Kompetensi Wartawan Olah Raga sendiri, Wartwan Politik maupun Wartawan Seni dan Budaya. Kompetenssi ini, seperti kompetensi yang diterapkan di kedokteran,” tegasnya.
Terkait dengan wartawan yang tidak terlibat masuk dalam organisasi perofesi PWI, lanjut Hendro, hal tersebut sudah tentu tidak di ikut sertakan dalam Ujian Kompetensi Wartawan, sebab sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Dewan Pers bahwa, seorang wartawan harus bernaung dibawa organisasi profesinya sebagai syarat utama dan organisasinya terdaftar di Dewan Pers dan di akui.
“Uji Kompetensi Wartawan hanya diikuti oleh wartawan yang terdaftar di PWI dan memiki kartu anggota yang sementara berlaku. Tidak hanya PWI, yang masuk di organisasi profesi Alinsi Jurnalis Indonesia (AJI), dapat mengikuti ujin kompetensi yang di gelar oleh AJI sendiri,” terangnya. (kym)







Komentar