Jakarta, liputan.co.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan menyapa 1000 lebih Guru Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hadir di Gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti Seminar Motivasi bersama Kak Seto, Tung Desem Waringin, Ippho Santosa dan Zulkifli Hasan .
Kepada guru-guru PAUD, Zulkifli menyampaikan terima kasih atas perannya membentuk Karakter Bangsa sejak dini.
“Di depan, guru memberi teladan. Di tengah, guru menciptakan prakarsa dan ide. Dan di belakang, guru memberikan dorongan dan arahan. Salam hormat saya untuk guru di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang akrab disapa Zulhasan juga mengatakan bahwa guru adalah pelukis masa depan anak bangsa. Guru menjadi pelita dan penerang dalam kegelapan.
“Guru seperti matahari yang selalu memberi. Guru seperti matahari yang selalu menyinari. Guru seperti matahari tidak pernah ingkar janji. Karena itu selama masih ada guru, maka tidak ada satu pun anak negeri ini yang akan kehilangan harapan,” ujar Zulhasan.
Kepada para Guru PAUD, Zulhasan mengingatkan akhir-akhir ini ada upaya untuk memecah-belah, mengadu-domba antar-umat beragama. Upaya itu memberi kesan bahwa Indonesia bisa diadu dan dikoyak.
“Itu harus kita lawan. Kita katakan ‘tidak’ kepada orang-orang yang merekayasa untuk mengadu-domba itu,” pinta Zulhasan.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Provinsi Lampung itu menegaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang radikal dan intoleran. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang toleran, ramah, saling menghormati dan menghargai.
“Orang yang hebat adalah orang yang memiliki komitmen kuat untuk memperkokoh NKRI. Itulah pahlawan-pahlawan Indonesia,” pungkasnya.







Komentar