Komisi IV DPR: Kasih Bulog Anggaran Jangan Hanya Tugas

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menyatakan optimis ketersediaan beras di Provinsi Jawa Tengah dan nasional aman.

Pernyataan tersebut disampaikan Edhy setelah delegesi Komisi IV DPR mengunjungi Gudang Bulog Duyungan di Sragen, Solo – Jawa Tengah, Selasa (6/2/2018).

“Stok beras nasional hingga April mencapai 20,7 juta ton. Jumlah ini sudah dikurangi akibat gagal panen (puso), hama wereng, banjir, tanah longsor dan lain-lainnya. Saya optimis ketersediaan pangan nasional khususnya di Jawa Tengah masih dalam kondisi normal,” kata Edhy lewat rilisnya, Rabu (7/2/2018).

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, apa yang disampaikan dan diragukan oleh pemerintah tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Apa yang disampaikan dan diragukan oleh Kemendag dan Kemenko Perekonomian terkait beras langka dan harus impor itu tidak kita temukan di Jawa Tengah. Ternyata di sini masih normal, bahkan melebihi rata-rata,” ungkapnya.

Dia jelaskan, impor beras 500 ribu ton yang dilakukan Kemendag karena stok beras Bulog menurut Kemendag berada di bawah 1 juta ton. “Dasar mereka impor karena stok Bulog di bawah 1 juta ton, mereka tidak melihat cadangan rumah tangga, cadangan milik pengusaha, cadangan milik kelompok tani dan koperasi tani yang seharusnya juga dihitung kementerian terkait,” ujarnya.

Menurut dia, salah jika dasarnya hanya stok di Bulog, karena maksimal kapasitas cadangan Bulog kalau penuh hanya delapan persen. Bulog harus mengamankan 100 persen cadangan nasional.

“Bila pemerintah serius menangani pangan maka cadangan beras nasional harus berada di angka 20 persen, kasih Bulog anggaran jangan hanya tugas saja,” sarannya.

Komentar