Aneka Produk Olahan Buah Durian Ramaikan Bazar Durian

KILASJATENG.COM, UNGARAN – Berbagai olahan produk buah durian khususnya dari Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ternyata banyak diminati masyarakat.

Hal ini, terlihat saat digelar Bazar Durian, di Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (10/3). Bazar itu mengambil lokasi di perkebunan durian dan rambutan, tepatnya didepan Stasiun KA Tuntang.

Bazar Durian ini digelar dalam rangkaian HUT Kabupaten Semarang ke-497 dan HUT Java Air Mineral ke-22. Acara ini dibuka langsung Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan dihadiri sejumlah Kepala OPD, para kepala desa di Kecamatan Tuntang, Camat Tuntang maupun para tamu undangan.

Penanggung Jawab Bazar Durian, Haryo Yudiantoro mengatakan, pada intinya dengan bazaar ini, pihaknya ingin memberikan motivasi kepada para petani durian untuk tetap mengembangkan durian ini.

Selain itu, selama ini masyarakat banyak yang belum mengenal Durian Delik dan tahunya adalah duran dari Brongkol maupun dari yang lain. Padahal, durian Delik ini jika dibandingkan dengan yang lain rasanya khas yaitu legit dan pahit serta buahnya tebal.

“Selama ini orang hanya mengetahui jika di Kabupaten Semarang itu penghasil durian di Brongkol dan Jambu, namun ternyata durian dari Delik dan Tuntang ini juga dapat bersaing dengan durian-durian di kabupaten ini. Harapan kami, masyarakat di Delik dan Tuntang dapat termotivasi untuk tetap mengembangbiakkan durian ini,” kata Haryo.

Buah durian ini, juga banyak diolah menjadi makanan ringan diantaranya diolah menjadi nugget duran, kripik durian, brownis durian, kolak durian serta bentuk lainnya. Dari inovasi masyarakat ini, harapannya Pemerintah Kabupaten Semarang dapat memberikan motivasi dan dukungan atas kreatifitas olahan dan dilakukan oleh para pelaku UMKM di Delik dan Tuntang.

Sementara itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan, bahwa acara semacam ini patut kita galakkan dan dukung. Selama ini hanya mengetahui durian itu sebagai buah saja, namun ternyata durian ini dapat diolah berbagai olahan makanan ringan.

Seperti diantaranya diolah menjadi kripik durian, nugget durian, brownis durian, bolu durian maupun kolak durian. Hal ini, harus tetap didukung bahkan lebih ditingkatkan dan jika perlu bagaimana dapat menciptakan makanan khas durian dari Kabupaten Semarang.

“Yang jelas, kita akan dukung UMKM yang berani melakukan inovasi pengolahan khususnya buah durian ini. Ternyata durian dari Delik dan Tuntang ini tidak kalah enaknya dengan durian lain dan pasti punya khas tersendiri yaitu ‘tebal, legit dan panit’,” kata Ngesti Nugraha didampingi Haryo Yudiantoro.

Acara bazaar durian ini berlangsung salama dua hari, Sabtu-Minggu (10-11/3) dan diisi aneka hiburan diantaranya penampilan drumblek, reog maupun kesenian lain dari wilayah Kecamatan Tuntang. (Her)

Komentar