Bapak Kopi Indonesia Ini Mengaku Bisa Sekolah karena Kopi

Jakarta, liputan.co.id – Bapak pencinta Kopi Indonesia Zulkifli Hasan mengaku lahir dan dibesarkan dengan kopi. Bahkan kata Zulkifli, di saat masih di sekolah dasar, dia sudah ikut membantu orang tuanya berkebun kopi di Lampung.

“Saya bisa sekolah karena kopi dan saat dibangku sekolah dasar saya sudah jadi petani kopi di kampung,” kata Zulkifli, dalam sebuah diskusi, di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (12/3/2018).

Selain kopi lanjut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Lampung juga terkenal penghasil lada, cengkeh dan pala terbaik di dunia.

“Tapi kekayaan dan kebangaan Lampung itu kini sudah hilang karena dahulunya da program sawahnisasi oleh orde baru sehingga semua rempah-rempah hasil bumi Lampung habis,” tegasnya.

Padahal Belanda dahulunya datang ke Indonesia kata Ketua MPR RI ini, justru karena rempah-rempah itu termasuk kopi.

“Sekarang kopi itu hilang karena kita ribut terus sehingga tidak lagi kembangkan. Kekayaan alam itu dicuri oleh Thailand dengan sedikit memodifikasi tanaman kopi. Kitanya, ribut terus karena urusan SARA dan Pilkada,” ungkapnya.

Setelah kebun kopi berganti dengan sawah, hasilnya berupa beras ditentukan harganya oleh pemerintah. “Di sisi lain, pupuk dibiarkan mengacu kepada harga pasar. Terang saja petani makin susah,” pungkasnya.

Komentar