Jakarta, liputan.co.id – Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Sulawesi Utara menemukan sejumlah sekolah kekurangan guru dan bangunan sekolahnya butuh perbaikan.
Fakta tersebut menurut anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana ditemukan di SMKN 6 dan SMPN 7 Kota Manado.
“Sebetulnya tidak saja di Kota Manado ini saja sekolah kekurangan guru dan bangunannya sudah harus diperbaiki. Ini terjadi menyeluruh di luar Pulau Jawa,” kata Dadang, lewat rilisnya, Jumat (2/3/2018).
Mestinya lanjut dia, sekolah harus aman dan nyaman bagi para siswa. “Faktanya, kekurangan guru masih menonjol tapi ditutupi oleh guru honorer yang jumlahnya justru lebih banyak dibanding guru dengan status PNS. Bahkan, guru-guru yang sudah pensiun dikerahkan,” ujar dia.
Kondisi yang lebih memprihatinkan ujar Dadang, di SMKN 6 Kota Manado tidak ada Guru Bahasa Indonesia, agama, dan PPKn. “Jadi problem besar kita adalah kekurangan guru,” tegasnya.
Sementara di SMPN 7 Kota Manado, ruang perpustakaan dipakai untuk ruang belajar sebagai ganti ruang kelas yang ada bocor dan tidak nyaman lagi digunakan sebagai ruang belajar.
Oleh karena itu, Dadang berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun ini bisa kembali membuka rekruitmen guru sekaligus pengangkatan guru-guru honorer menjadi guru tetap di sejumlah sekolah di daerah-daerah.
“Mudah-mudahan di Oktober 2018 ini, Menpan RB konsisten membuka seleksi guru dan mengangkat guru kategori 2 (K2). Betapa di luar Jawa masih banyak persoalan pendidikan yang harus diselesaikan, terutama infrastruktur dan persoalan kekurangan guru,” imbuhnya.







Komentar