Di Mukernas PWKI, Ketua MPR: Yang Adu Domba Kita Pasti Gigit Jari

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan menyatakan perbedaan di antara anak bangsa Indonesia sudah selesai sejak 72 tahun yang lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di acara Musyawarah Kerja Nasional XX Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

“Ibu-ibu, saya tegaskan perbedaan di antara anak bangsa sudah selesai sejak 72 tahun lalu Indonesia merdeka,” kata Zulkifli dihadapan sekitar 500 peserta Mukernas PWKI.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi seluruh peserta yang begitu antusias mengikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

“Terima kasih sambutannya atas sosialisasi ini yang dilakukan MPR ini. Kalau kita semua kompak begini saya yakin yang coba-coba adu domba pasti gigit jari,” tegas Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

Zulhasan meyakini Indonesia adalah negeri yang toleran dan penghormatan terhadap keberagaman sudah menjadi perilaku sehari hari.

“Saya minta Persatuan Wanita Kristen Indonesia untuk melawan siapa pun yang adu domba kita dengan menyerang pastur, ulama, dan yang lainnya. Indonesia bersatu tak bisa diadu,” tegasnya lagi.

Bagi Zulhasan, banyaknya perselisihan yang mengungkit SARA itu dipengaruhi oleh nuansa perebutan kekuasaan seperti momen Pilkada dan lainnnya.

“Semestinya politik itu harus berpolitik yang berkualitas, yang berkebangsaan, dan politik yang adu konsep serta gagasan. Janganlah politik dibawa emosional, jangan dibawa pada kebencian apalagi SARA terlalu sangat mahal harganya. Mudah-mudahan bersama PWKI menjadi pelopor persatuan bangsa,” pungkasnya.

Komentar