Jakarta, liputan.co.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah merealisasikan janjinya mengangkat guru honorer jadi PNS.
Jika janji tersebut tidak direalisasikan, menurut Fikri, pemerintah akan dianggap mangkir dari janjinya untuk memprioritaskan pengangkatan guru honorer jadi PNS.
“Pengangkatan guru honorer menjadi PNS ini kan sudah janji pemerintah. Faktanya sampai sekarang janji itu belum terlihat realisasinya,” kata Fikri, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018).
Anggota Fraksi PKS ini menilai, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) di dunia pendidikan sifatnya sangat penting sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan.
Karenanya lanjut Fikri, meski sejak tahun 2005 seleksi CPNS di moratorium, setidaknya setiap tahun ada pengangkatan guru honorer menjadi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pendataan dan skala prioritas kebutuhan guru disetiap daerahnya. Jika tidak didata dengan akurat, maka persoalan kekurangan guru masih akan terus berkelanjutan. “Prioritas, kini hal itu jadi poin penting untuk pemerintah,” tegas dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan tahun 2018 akan ada rekrutmen CPNS baru yang akan dilakukan secara bertahap. Janji Jokowi itu disampaikan di hadapan 30 ribu lebih guru di Stadion Patriot Kota Bekasi dalam rangka HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 lalu.







Komentar