Bocah laki-laki berusia dua tahun harus dilarikan ke rumah sakit pada awal bulan ini. Dokter mengira gejala batuk yang ditunjukan sebagai gejala dari pneumonia, namun hasil X-ray dan CT scan berkata lain.
Leonardo Aguillon dari Zeeland, Michigan, Amerika Serikat, kemudian didiagnosa alami penyakit Gorham-Stout yang diperkirakan sejauh ini ditemukan pada 300 orang di seluruh dunia.
Akibat dari kondisi langka ini, Leonardo sampai kehilangan tulang rusuk kirinya dan akan lebih fatal jika menyebar hingga tulang belakang, maka berpotensi merusak paru-paru, sebabkan kelumpuhan bahkan kematian.
Pada kebanyakan kasus, penyakit ini biasanya hanya mempengaruhi satu bagian tubuh, namun ada kasus tertentu di mana Gorham-Stout juga berdampak pada lebih dari satu area tulang. Untuk saat ini, pada kasus Leonarno, masih terbatas pada tulang rusuknya.
Pihak rumah sakit yang menangani kasus ini sendiri tidak tahu apa yang harus mereka lakukan terkait hal ini lantaran hanya ada sedikit penelitian yang mempelajari penyakit langka ini.
“Apa yang terjadi di sini adalah saluran limfatik yang terdapat pada beberapa tulang (rusuk) bekerja secara overactiv dan mengikis tulang yang ada,” kata Dr. Calep Bupp kepada WZZM-TV.
Hal itulah, yang menurut dia, menjadi alasan mengapa terjadi pengikisan pada tulang yang kemudia diserap oleh tubuh, meyebabkan tulang hilang tanpa jejak.
Antonio dan Leonardo
Foto: Antonio Aguillon
Antonio, sang ayah yang setia menemani putranya di rumah sakit, berharap agar bisa segera pulang dengan Leonardo bersamanya.
“Saya sangat berharap agar ia cepat stabil dan bisa pulih dari kondisi ini. Namun ini tidak akan pernah mudah, sulit untuk tetap positif dengan keterbatasan informasi (tentang penyakit ini) saat in),” tuturnya.
Untuk membiayai pengobatannya, keluarga Leonardo membuka akun GoFundMe di mana banyak tangan dermawan yang menyisihkan sebagian harta mereka untuk membantu sesama yang membutuhkan.(ruf)
Sumber: DailyMail.com







Komentar