Jakarta, liputan.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara diam-diam dinilai sebagai sikap tertutup pemerintah kepada rakyatnya sendiri. Tahu-tahu rakyat harus merogoh isi kantongnya lebih banyak dari harga BBM sebelumnya.
Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, usai membuka “Bazar, Kuliner dan Fashion” yang digelar oleh Fraksi Gerindra DPR, di Lobi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (7/3/2018).
“Pemerintah tidak terus-terang kepada rakyat, apalagi kepada DPR tentang sulitnya ekonomi saat ini. Sekarang dihimpit lagi dengan harga BBM naik,” kata Muzani.
Mestinya lanjut anggota Komisi I DPR RI ini, sakit atau senangnya bangsa ini berbicaralah langsung kepada rakyat dan DPR. Jangan seperti saat ini diam-diam saja terhadap berbagai kesulita.
“Kita sebetulnya dalam posisi tidak ingin rakyat bertambah susahnya. Barangkali kalau bicara dengan Fraksi Gerindra pasti kami bantu. Tapi polanya diam diam terus, akibatmya Gerindra terus menolak cara diam diam itu,” tegasnya.
Sepanjang pemerintah ini menjadikan pro-rakyat sebagai slogan dan seolah-olah membela rakyat imbuh Muzani, selama itu pula Partai Gerindra bersikap kritis dan menjadi teman kesusahan rakyat.







Komentar