Tuduhan Proyek Fiktif, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan Malteng

LIPUTAN.CO.ID- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Askam Tuasikal, menanggapi dingin tudingan proyek fiktif pembangunan lapangan futsal.

Lapangan futsal yang rencananya  akan dibangun di kecamatan leihitu barat, Maluku Tengah tahun 2015 lalu, kata Askam, tidak terealisasi karena masalah lahan.

Sehingga anggaran 1,5 Miliar  untuk membangun lapangan futsal dalam APBD Induk 2015, dialihakan kepada pembangunan SMA 3 Masohi.

“Oh ya jadi soal 1,5 Miliar,  setelah APBD perubahan, itu tidak jalan, dialihkan untuk pembangunan SMA 3 Masohi,” ujar Askam saat kepada Liputan.co.id, saat Sela-sela acara Musrembang RKPD Maluku Tengah  di Mae Oku Masohi, Selasa 17 Maret 2018.

Selain karena lahan, Askam menuturkan,  saat itu ada hal yang sangat urjen sehingga anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD induk, itu dialihkan ke pembangunan RKB SMA 3 Masohi yang saat itu daya muat siswa kecil.

“SMA 3 Masohi saat itu over kapasitas kita alihkan ke sana, yakni pengalihan anggaran 1,5 Miliar. itu juga tidak cukup karena pembangunan RKB SMA 3 Masohi saat itu dianggarkan 3 Miliar lebih,” terang Akam.

Meski begitu ia ditanya soal perencanan pembangunan lapangan futsal yang tidak diawali dengan proses yang baik, sehingga tidak dapat dilaksanakan, Askam mengatakan ia tidak tahu persis karena perencanaan tersebut merupakan usulan aspirasi Anggota DPRD, sehingga hal itu secara gamblang dimasukan dalam salah satu program Dinas Pendidikan dan Olah Raga kala itu.

“Program pembangunan lapangan futsal itu, diusulkan oleh anggota DPRD lewat jalur aspirasi. sehingga saya tidak tahu detil soal kepemilikan lahan,” tandasnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, sejumlah orang mengatasnamakan masyarakat anti korupsi melakukan aksi demo di depan kantor KPK jakarta, pekan lalu. mereka meminta KPK mengusut dugaan proyek fiktif 1,5 Miliar pembangunan lapangan futsal tahun anggaran 2015.

(kym)

Komentar