Rasa sakit atau nyeri kronis yang tak dapat di jelaskan setiap kali berhubungan seks tentunya dapat membunuh keinginan Anda untuk intim dengan pasangan.
Rasa sakit yang terjadi pada vulva, atau bagian ektsernal dari organ seks wanita ini, termasuk klitoris dan labia pada pembukaan vagina, merupakan ciri dari kondisi medis bernama vulvodynia.
Tidak hanya sakit saat intim, vulvodynia juga sangat mengganggu saat penderitanya berolahrga atau sekedar duduk dalam waktu yang lama.
Jika dibiarkan tanpa perawatan, kondisi ini berpotensi sebabkan gangguan kecemasan, depresi, gangguan tidur, body image yang buruk, dan masalah dengan keharmonisan dalam sebuah hubungan.
PENYEBAB
Kedokteran sendiri belum dapat memastikan penyebab utama dari kondisi ini. Namun memang ada beberapa faktor yang memicu kondisi ini, termasuk infeksi ragi dan jenis infeksi vagina lainnya.
Rasa nyari ini sendiri di bagi menjadi dua jenis, vestibulodynia, nyeri yang disebabkan oleh aktifitas seks, penggunaan tampon, celana yang ketat atau disebabkan penggunaan tisu atau wipes saat buang air kecil. vulvodynia, jika penyebabnya tanpa sebab yang jelas, namun vulvodynia dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi ini secara general.
GEJALA
Rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi ini terbilang beragam. Menurut Jennifer Wu, M.D., ob-gyn dari Lennox Hil Hospital, di New Yorl City, kondisi ini terkadang digambarkan sebagai sensasi terbakar pada vagina, lainnya menggambarkannya seperti sensasi tertusuk benda tajam, menyengat, dan rasa nyeri yang mendenyut. Meski menyakitkan, vulva terkadang terlihat normal, namun dalam kasus lain, vulvodynia juga dapat diikuti dengan pembengkakan atau inflamasi.
(ruf)







Komentar