Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Bisri Romly mewacanakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Travel Umrah. Alasannya, masih banyak korban travel umrah bermasalah hanya dengan iming-iming iklan umrah murah.
“Supaya masalahnya jelas dan penyelesaiannya komprehensif, maka mari atasi bersama-sama DPR dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyelesaikan kasus umrah bermasalah ini,” kata Bisri, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018).
Berdasarkan penelusuran Bisri di Pekalongan, Jawa Tengah, ada salah satu biro perjalanan umrah menawarkan biaya sebesar Rp10 juta, sudah bisa berangkat umrah 2 tahun setelah penyetoran. “Bahkan dijanjikan kalau 2 tahun tidak berangkat, maka uangnya akan dikembalikan. Untuk meyakinkan calon jamaah umrah, mereka diberi sertifikat dan tanda terima bermeterai,” imbuhnya.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pada tahun 2018 ini, travel tersebut akan memberangkatkan ratusan jamaah umrah dan tahun 2019 mendatang sekitar 800 jamaah.
Tapi Bisri menduga jamaah tersebut tidak akan berangkat. Pasalnya dana yang terkumpul itu diinvestasikan kepada seseorang di Tulungagung, Jawa Timur, dengan dijanjikan setor Rp10 juta dikembalikan setelah dua tahun menjadi Rp23,5 juta. “Ini jelas tidak masuk akal dan teori apa pun, tidak mungkin dalam waktu singkat memberi keuntungan besar,” tegasnya.
Karena itu, Bisri yakin pada tahun 2019 mendatang masih banyak terjadi kasus umrah nakal yang menelantarkan jamaah. Apalagi berdasarkan laporan yang diterima, baik travel yang menawarkan umrah murah tersebut, maupun keberadaan orang Tulungagung yang menjanjikan pengembalian uang jamaah umrah tidak jelas lagi.
Hingga kini, lanjut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah itu, masih banyak biro perjalanan umrah dan haji yang menawarkan harga murah dan masih banyak pula masyarakat yang tertipu dengan tarif antara Rp10 hingga Rp14 juta.
“Sebetulnya masyarakat tahu, tapi karena tergiur harga promo murah itu, maka akhirnya menjadi korban. Karena itu pula agar tidak terjadi caci maki kepada Kemenag, kita selesaikan masalah ini dengan membentuk Pansus Travel Umrah supaya masalahnya menjadi jelas dan masyarakat tidak menjadi korban travel yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Bisri.







Komentar