Anda Kader Partai? Baca Pesan Bijak Anak Buah Prabowo Ini

Jakarta, liputan.co.id – Politik silaturrahim membuat politikus memperoleh ribuan sahabat baru sekaligus juga bikin seseorang kehilangan beberapa sahabat terbaik.

Mestinya mestinya menurut anggota DPR RI Elnino M Husein Mohi, perbedaan pendapat politik, sikap politik, kelompok politik, sama sekali tidak membuat para politikus kehilangan sahabat.

“Toh, yang ada di pikiran dan hati kita adalah nasib bangsa ini di masa depan, bangsa yang tak lain adalah anak dan cucu kita yang hidup setelah kita mati,” kata Elnino, Rabu (11/4/2018), menyikapi semakin panasnya suhu politik nasional menjelang Pilpres 2019.

Berbeda agama saja lanjut politikus Partai Gerindra itu, tak masalah. Berbeda suku dan bahasa ibu saja ujarnya, juga tak soal. “Lalu, untuk apa kita mencampakkan seorang sahabat hanya karena berbeda partai politik?,” tanya dia.

Dalam kehidupan perpolitikan, wakil rakyat dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo hanya tidak ingin bersahabat dengan mereka yang tidak peduli dengan perjalanan sejarah bangsa, tidak ingin berkawan dengan orang yang memikirkan dirinya sendiri saja, tidak ingin koprol maupun meladeni koprol.

“Politik adalah wadah pengabdian terbaik jika ingin bermanfaat bagi banyak orang, apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun partai politiknya,” kata Elnino.

Kepada sahabat-sahabat yang berbeda partai politik, anggota Komisi I DPR RI menegaskan, biarkanlah para politikus itu ada di partai politik masing-masing, tetapi tetaplah jaga silaturrahim. “Toh, kita punya itikad baik yang sama untuk menyelamatkan kehidupan bangsa dan negara kita di masa depan,” ujarnya.

Kepada beberapa orang yang tidak lagi mau bersahabat dengannya, Elnino mengingatkan secara bijak, bahwa suatu hari kelak anak dan cucu para politikus yang saat ini berbeda pendapat akan saling bahu membahu demi bangsa dan negara dan menafikan segala perbedaan di antara mereka. “Insyaallah,” imbuhnya.

Komentar