DPR Minta AS Dukung Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Jakarta, liputan.co.id – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Amerika Serikat mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) periode 2019-2020.
Permintaan tersebut disampaikan Bambang kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan saat berkunjung ke Gedung DPR RI, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (5/4/2017).
“Untuk memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan berkeadilan, saya minta Amerika Serikat dukung pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB,” kata Bambang.
Indonesia lanjut Bamsoet panggilan beken Bambang Soesatyo, punya kekuatan dan kelebihan untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. “Kita negara dengan penduduk muslim terbesar, sukses menyelenggarakan demokrasi, kondisi keamanan dan stabilitas politik dalam negeri terjaga dengan baik, pertumbuhan ekonomi juga semakin kuat,” jelas Bamsoet.
Selain bicara soal perdamaian dan kondisi politik dunia, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya antara Indonesia dengan AS.
“DPR mendukung berbagai kerja sama Indonesia dengan berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat, dengan prinsip berkeadilan dan saling menguntungkan. Tahun 2017, total perdagangan kita dengan Amerika Serikat mencapai AS$25.908 miliar. Ekspor tercatat AS$17.787 miliar. Sedangkan impor sebesar AS$8.121 miliar. Indonesia surplusAS$ 9.666 miliar,” ungkap Bamsoet.
Surplus perdagangan Indonesia imbuh Bamsoet, seiring dengan meningkatnya nilai investasi AS di Indonesia. Tahun 2016 jumlahnya tercatat AS$1,16 miliar, meningkat di 2017 menjadi AS$2 miliar. “Bahkan, pada kunjungan Wakil Presiden AS, Michael Richard Pence ke Indonesia pada April 2017 lalu, AS berkomitmen meningkatkan investasinya menjadi AS$10 miliar,” ujarnya.

Komentar