Ini Alasan Turis Asing Dibatasi Ke Sulut

Manado, liputan.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017 yang lalu pernah kewalahan menerima kunjungan wisata asal China. Penyebabnya menurut Kepala Bappeda Sulut Ricky S Toemandoek, karena infrastruktur utama penunjang pariwisata sangat kurang.

Contohnya ujar Ricky, hotel dan sarana transportasi sangat minim. Bahkan karena kekurangan petugas imigrasi di Bandara Sam Ratulangi, rombongan turis asal China yang menggunakan pesawat carteran terpaksa harus menginap di bandara karena kantor imigrasi di bandara sudah tutup.

“Petugas imigrasi di bandara hanya enam orang dan mereka hanya mampu bekerja selama dua sift. Jadi, ketika rombongan turis asal China itu mendarat malam hari, tidak bisa lagi dilakukan pemeriksaan dokumen perjalannya karena petugas imigrasi sudah pada istirahat. Akhirnya mereka harus menunggu hingga pagi hari di dalam bandara,” kata Ricky dihadapan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam acara Press Gathering Wartawan Parlemen, di Kota Manado, Sulut, Jumat (13/4/2014).

Agar pengalaman buruk itu tidak terulang kembali, pemerintah daerah Sulut menyikapinya dengan cara tidak menambah lagi target kunjungan wisata mancanegara ke Sulut. “Cukup di angka 100 ribu saja jumlah kunjungan turis asing ke sini,” ujar Ricky, dalam kapasitasnya mewakili Gubernur Sulut.

Selain itu, dia juga menceritakan kapasitas Bandara Sam Ratulangi yang tidak lagi mampu menampung banyaknya pesawat untuk mendarat membawa turis asing. Akhirnya pesawat mereka memutuskan untuk turun di Gorontalo dan melanjutkan perjalanan menuju Sulut lewat jalan darat.

Untuk mengatasi minimnya infrastruktur pariwisata di Sulut, saat ini pemda bekerjasama dengan investor asal Korea Selatan tengah menyiapkan kawasan ekonomi khusus di daerah Likupang dengan jarak sekitar 1,5 jam dari Kota Manado. “Pak Gubernur menginginkan jarak tempuh Likupang-Manado dipersingkat menjadi 30 menit. Jalannya sedang disiapkan pembebasan lahannya. Pemda harus merealisirnya mengingat posisi Sulut ini sesungguhnya pintu gerbang kawasan Asia Pasifik,” imbuhnya.

Komentar