Peringatan Hari Kartini dan Pendidikan, Forhati Gelar Baca Puisi

Jakarta, liputan.co.id – Presidium Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-wati menggelar Malam Budaya Baca Puisi bertema “Perempuan Untuk Indonesia”, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018).

Acara tersebut menurut Koordinator Presidium Forum Alumni HMI-Wati (Forhati), Hanifah Husein digelar untuk memperingat Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, dihadiri antara lain oleh Ibu Mufida Jusuf kalla, Ketua MPR RI Zilkifli Hasan, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Taufik Ismail, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, dan peneliti senior politik LIPI, Siti Zuhro.

“Acara ini digelar berkaitan dengan Hari Kartini dan Pendidikan. Jadi kami mengkombain ini bahwa Hari Kartini meninggalkan sebuah literasi dalam perjuangannya. Kita ingin memperingati Hari Kartini itu adalah hari di mana kita memperingati kehebatan perempuan-perempuan Indonesia,” kata Hanifah, lewat rilisnya, Senin (30/4/2018).

Dia jelaskan, puisi yang dibacakan semua memaknai perjuangan perempuan yang ingin menggairahkan bangsa ini kembali misalnya betapa heroiknya Malahayati. “Mestinya wanita-wanita Aceh terinspirasi dari Malahayati. Itulah maknanya kami memperingati pejuang-pejuang perempuan itu dalam bentuk puisi, merefresh kembali bahwa mereka adalah perjuangan-pejuang hebat bersama Kartini yang meninggalkan literasi sejarah heroik memimpin bahkan melawan penjajah,” kata Hanifah.

Melalui puisi lanjutnya, Forhati ingin mengingatkan kembali bahwa perempuan adalah madrasatul ula, jadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anak dan anak bangsa itu adalah perempuan, adalah ibu. “Itulah keinginan kami memberi pesan di dalam acara ini,” tegasnya.

Dia tambahkan, bagi Forhati acara ini adalah untuk yang pertamakali setelah musyawarah nasional pada November 2017 yang lalu. Forhati ujarnya, adalah Forum Alumni HMI Wati yang perempuan. “Kami bukan mahasiswi, tetapi alumni,” tegasnya.

Fungsi HMI lanjutnya, membentuk insan akademis, pencipta, pengabdi bernapaskan Islam, bertanggung jawab terhadap kemakmuran rakyat yang di ridhoi Allah. Jadi frame-frame itulah yang dilakukan hari ini dengan alumni-alumni yang berada di semua lini kehidupan.

“Jadi Forhati adalah rumah kedua bagi kami, setelah kami berperan di tempat lain kami mau bareng, bernostalgia. Kami adalah kekuatan karena berasal dari pengusaha, teknokrat, ada profesor, ada buruh dan ada ibu rumah tangga juga yang semuanya adalah pengabdi,” imbuhnya.

Komentar