Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawaty menemukan data profil kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung yang mengungkap bahwa angka kematian bayi dan balita (Akaba) tertinggi ada Kabupaten Belitung.
Untuk kematian bayi di Kabupaten Belitung kata Okky, mencapai 14 bayi per 10 ribu kelahiran, kemudian balita 12 anak per 1000 anak.
“Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, program generasi emas 2035 yang telah dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai,” kata Okky, lewat rilisnya, Jumat (4/5/2018).
Sebelumnya, Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI menggelar diskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, di Kantor Bupati Belitung, Lesung Batang, Babel, Rabu (2/5/2018).
Tingginya angka kematian bayi dan balita tersebut lanjut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, memiliki hubungan dengan persentase cakupan kunjungan ibu hamil yang rendah serta kurangnya tenaga bidan yang memiliki kompetensi.
Ia juga mempertanyakan evaluasi program 1000 hari kehidupan hingga intervensi pihak terkait dalam menekan kasus stunting di Belitung.
“Apa yang saya temukan, ternyata di Belitung ini belum ada klinik Therapeutic Feeding Centre (TFC). Karena bagaimanapun kurang gizi walaupun satu orang harus diperhatikan secara serius,” ujar Okky.







Komentar