Anda mungkin pernah melihat tayangan televisi atau secara langsung dimana seseorang yang sedang beraktifitas secara tiba-tiba terjatuh dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Cardiac arrest atau henti jantung adalah kondisi dimana jantung secara tidak diduga-duga kehilangan fungsinya. Berdasarkan data dari American Heart Association, di Amerika Serikat sendiri, kondisi ini terjadi pada setidaknya 350 ribu jiwa setiap tahunnya.
Dari angka tersebut, 95 persen di antaranya, atau 9 dari 10 orang harus kehilangan nyawanya.
Selama ini orang mengira bahwa henti jantung dan serangan jantung adalah hal yang sama, padahal tidak. Jika masalah serangan jantung terletak pada gangguan jantung dalam memompa pasokan darah yang tersumbat, henti jantung lebih pada masalah elektrikal.
Perlu diketahui, jantung Anda berdetak 100 ribu kali dalam sehari dan membutuhkan apa yang disebut charge elektrikal. Ini sama seperti yang terjadi ketika ponsel Anda mati dikarenakan kehabisan daya, jadi bisa dibayangkan ketika hal ini terjadi pada manusia.
Lalu adakah gejala awal yang ditunjukan tubuh sebelum kondisi ini terjadi?
Menurut Shepal Doshi, M.D., dari Providence Saint John’s Health Center di California, AS, mereka yang mengalami henti jantung akan mengalami mual-mual, diikuti dengan muntah, rasa sesak di dada atau napas menjadi pendek, selain jantung berdeban perasaan lelah yang tidak biasa.(ruf)







Komentar