Alasan Mengapa Pria Lebih Rewel dari Wanita Ketika Flu

Man Flu adalah sebuah istilah yang menggambar sebuah kondisi dimana pria kerap kali membesar-besarkan kondisi flu yang ia alami.

Man flu juga seringkali dianggap sebagai upaya untuk mencari simpati dari orang lain, bahwa sakit flu yang dialaminya sangat serius.

Namun sebuah studi dari Kanada menunjukan bahwa man flu bisa jadi memang benar adanya, alias mereka memang tidak berusaha membuatnya terlihat parah atau mencari simpatik seperti diduga sebelumnya.

Dalam studinya, para peneliti dari Kanada ini mengekspos tikus (jantan dan betina) percobaan dengan bakteri yang mengkatalisasi penyakit sejenis flu.

Dari situ ditemukan bahwa tikus jantan menderita lebih banyak gejala flu, seperti fluktuasi suhu badan, demam dan inflamasi, dibandingkan dengan tikus betina. Tidak hanya itu, tikus jantan bahkan butuh waktu lebih lama untuk sembuh dari kondisi tersebut.

Meski studi yang melibatkan hewan tidak selalu memberikan efek yang sama dengan pada manusia, namun studi tersebut berkesimpulan bahwa kondisi ini ada kaitan antara hormon s*ks pria dan wanita terhadap sistem kekebalan tubuhnya.

“Keberadaan mikroba atau virus tidak mesti menjadi penyebab kita sakit (flu),” kata profesor molecular microbiology and immunology dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kepada TIME.

“(Kita bisa sakit) tergantung dari respon sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Dan penelitian menunjukan bahwa pria memiliki respon yang lebih tinggi yang dapat mendatangkan sel-sel pada titik infeksi, yang kemudian berkontribusi terhadap rasa sakit secara keseluruhan,” pungkasnya.

(ruf)

Komentar