Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan kebenaran dari temuan hasil penelitian beberapa lembaga yang menduga masjid di lingkungan BUMN, kementerian, dan lembaga yang terpapar radikalisme.
“Kita akan pastikan terlebih dahulu dalam rapat dengan Badan Intelijen Negara (BIN), apakah kesahihan data ini benar adanya karena kami sendiri memang tidak ingin kekuatan radikalisme ini menguat di lingkungan aparatur negara,” kata Bobby, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).
Politikus Partai Golkar ini mengaku bahwa saat ini tidak bisa terlalu memberikan respon yang terlalu reaktif dan memberitahu bahwa hal pertama yang akan dilakukan adalah melakukan verifikasi.
“Justru dengan dinamika yang sekarang, oleh karenanya paling pertama kami ingin menanyakan, apakah survei penelitian ini memang formal adanya dan kiranya hasil tersebut kami ingin konfirmasi lagi sejauh mana BIN tahu persoalan ini?,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya bahwa masyarakat digegerkan oleh hasil temuan Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bahwa 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan telah terpapar radikalisme. Kebanyakan cara yang dilakukan adalah melalui ceramah-ceramah dan khutbah jumat.







Komentar