Neymar Kehilangan Gairah Sepakbola Usai Gagal di Piala Dunia

Tidak mudah memang untuk menerima kegagalan. Terutama ketika ekspektasi yang muncul sangat besar. Ketika kegagalan itu datang, maka yang tersisa hanyalah rasa sakit.

Kurang lebih itulah kondisi yang dirasakan Neymar saat ini. Ekpektasi besar publik terhadap Neymar dan Selecao sangat besar di Piala Dunia 2018. Apa daya, Brasil harus pasrah disingkirkan Belgia, tim yang notabene kurang difavoritkan dibanding mereka.

“Dapat saya katakan, ini adalah momen paling menyedihkan dalam karir saya,” aku Neymar di akun Instagram pribadinya.”Sangat sakit, karena kami tahu kami bisa menang, kami tahu kami bisa punya kondisi untuk terus melaju, untuk membuat sejarah….tapi semuanya hilang.”

Dengan kegagalan tersebut, Neymar mengaku kehilangan gairah untuk kembali bermain sepak bola. Tapi ia yakin Tuhan punya cara dan rencana yang pasti lebih baik dari yang dipikirkan manusia.

“Sulit untuk menemukan hasrat bermain sepak bola kembali. Tapi saya yakin Tuhan akan memberi saya kekuatan untuk menghadapi semua tantangan. Karena itu saya tak akan berhenti berterima kasih kepada Tuhan, bahkan ketika saya kalah sekalipun. Karena saya tahu rencana Dia lebih baik dari rencana saya,” imbuh Neymar.

Neymar memang menjalani setiap pertandingan dengan sangat sulit. Dia menjadi pemain yang paling banyak diincar oleh tim-tim yang berhadapan dengan Brasil. Dalam lima laga yang dilakoni, Neymar setidaknya sudah 26 kali dijatuhkan pemain lawan. Ini merupakan catatan paling besar yang diraih pemain di Piala Dunia 2018.

Kini semua perjuangannya sudah berakhir. Namun, bukan berarti mimpi untuk kembali menjadi juara dunia sudah terkubur dalam-dalam.

“Saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari tim Brasil, saya bangga dengan setiap orang di dalam tim. Mimpi telah resmi berakhir. Tapi mimpi ini akan tetap hidup di pikiran dan hati kami,” pungkas Neymar. (fjr)

Komentar