Jakarta, liputan.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nofi Candra menilai reaksi Menteri Pertanian atas keluhan harga bawang yang rendah tak terukur.
Mestinya menurut Nofi, sesumbar Mentan untuk mengekspor bawang harus diikuti dengan policy, bukan hanya mengatakan “akan ekspor”.
“Jika memang serius ingin membantu petani dengan memperjuangkan harga yang layak, maka Mentan harus serius pula memperjuangkan agar bawang dalam negeri dapat tempat di pasar dunia,” kata Nofi, lewat rilisnya, Kamis (27/9).
Tapi sampai hari ini lanjutnya, tak terdengar Mentan meminta Bulog atau BUMN sejenis untuk menyerab bawang petani dengan harga yang pantas. Bahkan ujarnya, Tidak ada pula terdengar Mentan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan soal rencana aksi ekspor bawang petani, misalnya.
“Saya menduga, karena absennya policy yang berpihak, menempatkan petani bawang pada posisi yang sulit. Saat pasokan kurang, petani dimotivasi untuk menanam bawang sebanyak-banyaknya. Tapi saat produksi melimpah, harga anjlok, pemerintah justru kebingungan. Serba salah jadinya,” tegas Nofi.
Yang dibutuhkan petani bawang menurut Senator Sumatera Barat itu, adalah kebijakan nyata yang berpihak, bukan melulu janji. Kebijakan tersebut yang ditunggu, solusi dari Mentan terkait masalah produksi melimpah dan harga yang anjlok ini apa? Itu yang ditunggu petani.
“Jika memang harus ekspor, langkah selanjutnya apa? Jangan hanya bilang ekspor, tapi langkah-langkah untuk itu tak ada, gimana mau ekspor,” pungkas Nofi.







Komentar