Berbeda Pilihan Boleh, Sebab Kita Memang Berbeda, Tapi…?

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta menyatakan secara alamiah, usia 14 tahun relatif masih remaja. Tapi dari sisi organisasi menurut Oesman, usia itu cukup panjang untuk melihat kembali apa yang sudah dikerjakan selama ini dalam mengartikulasikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah-daerah di Nusantara ini.

Demikian dikatakan Oesman Sapta saat memberi sambutan acafa memperingati Hari Ulang Tahun Ke-14 DPD RI, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (1/10). Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan pimpinan Lembaga-lembaga Negara, serta Wakil Presiden RI ke sembilan Hamzah Haz, dan seluruh anggota DPD RI.

DPD RI menurut Oesman, sangat menyadari bahwa banyak aspirasi masyarakat yang masih perlu diperjuangkan lagi untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dalam era demokrasi di tengah globalisasi saat ini. Bahkan tuntutan masyarakat pun semakin tinggi, karena Bangsa Indonesia semakin maju dalam berbagai aspek kehidupan.

Untuk memperjuangkan terpenuhinya aspirasi masyarakat di berbagai daerah ujar Senator Kalimantan Barat itu, diperlukan lembaga perwakilan daerah yang semakin kuat pula, semakin mumpuni dan profesional dalam bekerja, agar kehadiran DPD RI sungguh-sungguh bermakna dan bermanfaat bagi kepentingan bangsa.

“Dalam konteks itulah maka Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas UU MD3, telah memberikan mandat dan tugas kepada DPD RI untuk melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan Peraturan Daerah dan implementasinya. Dengan kewenangan baru tersebut, maka DPD RI dapat menjembatani kepentingan daerah dan pusat secara lebih baik lagi, khususnya dalam melakukan pemantauan dan evaluasi atas rancangan Perda di semua daerah, agar tidak lagi berbenturan dengan berbagai peraturan di tingkat pusat,” kata Oesman.

Sejak kelahirannya lanjut Ketua Umum Gebu Minang ini, DPD RI telah mengartikulasikan kepentingan daerah melalui usulan untuk 87 Rancangan Undang-Undang, 256 pandangan dan pendapat, 80 pertimbangan, sembilan Rancangan Undang-Undang dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), dan 11 rekomendasi yang menyangkut kepentingan daerah.

“Harapan kami ke depan, DPD RI akan terus bisa bekerjasama dengan Pemerintah Pusat, jajaran Pemerintah Daerah, dan segenap organisasi komponen bangsa, agar tujuan mulia kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di semua daerah di Indonesia dapat dicapai. Kita harus meyakini bahwa Indonesia akan disebut makmur dan sejahtera, apabila daerah-daerah telah maju dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka fokus pembangunan kita harus lebih banyak diarahkan pada kepentingan daerah,” tegas Oesman Sapta Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo itu.

Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat itu ujar Oesman, tentu saja diperlukan stabilitas politik yang mantap, sebab tanpa stabilitas nasional yang terjaga dengan baik maka sulit bagi bangsa ini untuk bekerja bagi kepentingan rakyat.

“Dalam rangka itu pula, dari podium ini saya menghimbau kepada seluruh jajaran penyelenggara negara dari Pusat sampai ke daerah-daerah untuk tetap memegang teguh konsensus nasional yang melandaskan semua derap dan gerak langkah kita pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pilar-pilar kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Oesman.

Selain itu, dalam sambutannya Ketua DPD RI juga menyinggung perihal suksesnya Bangsa Indonesia menggelar hajatan olahraga negara-negara di Asia dan sekaligus sebagai ajang mempertontonkan persatuan bangsa. “Kita baru saja berhasil menyaksikan wujud nyata dari persatuan bangsa ini ketika kita menjadi Tuan Rumah Asian Games. Seluruh masyarakat Indonesia terasa begitu bersatu-padu mendukung para atlet kita yang mengibarkan Sang Merah Putih di arena itu, membuat kita semua bangga sebagai bangsa yang besar,” kata Oesman.

Semangat yang sama pinta Ketua Umum Partai Hanura itu, juga perlu diwujudkan dalam kegiatan Asian Para Games yang sebentar lagi akan dibuka dan dilaksanakan di Jakarta. “Kita harus senantiasa menggelorakan semangat Peduli Disabilitas, semangat sportivitas dan persatuan bangsa. Semangat seperti itu perlu kiranya kita hadirkan juga di ajang Pemilihan Presiden 2019, biar dunia tahu, bahwa kita adalah bangsa yang beradab, yang tidak saling mencaci-maki, tidak hujat-menghujat, tidak bergesek-gesekan demi kepentingan sesaat,” ujarnya.

Dia tegaskan, Indonesia adalah bangsa yang beradab yang dua pasang Capres-Cawapres-nya mampu bersaing secara sportif, dengan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok dan golongan.

“Berbeda pilihan itu boleh, sebab kita memang berbeda-beda. Tapi kita berbeda-beda dalam bingkai persatuan. Kita Bhinneka, tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa kita ini Tunggal Ika,” pungkasnya.

Komentar