Jakarta, liputan.co.id – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan fenomenal hoaks akan terus terjadi serta persaingan menaikkan dan menurunkan elektabilitas lawan politik akan terus dilakukan. Karena itu menurut Airlangga, kegiatan kampanye merupakan titik rawan dalam proses pemilu.
Demikian dikatakan Airlangga dalam Seminar Kebangsaan “Membangun Pemilu 2019 yang Damai, Bersih dan Bermartabat”, digelar Fraksi Partai Golkar, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (15/10).
“Fenomena hoaks akan terjadi karena bisa mengganggu elektabilitas pasangan calon. Oleh karena itu, peran tim pemenangan pemilu dan legislator sangat penting menekan hoaks dan menjadikan pemilu damai, bersih dan bermartabat,” kata Airlangga.
Tim kampanye lanjut Menteri Perindustrian itu, perlu mempersiapkan diri dan adu gagasan. Incumben dan penantang punya strategi berbeda dan akan mengambil sisi-sisi lain.
Sedangkan tugas berat parpol dalam pemilu serentak ujar dia, adalah meningkatkan partisipasi masyarakat. “Persaingan lima tahunan ini bukan pesta yang ingin mencari permusuhan. Lima tahun kita bersahabat tidak boleh pecah oleh pemilu. Apalagi kita sudah memiliki kesan positif dari dunia internasional atas event Asean Games, Para Asean Games dan di acara Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali,” ungkapnya.
Dia berharap, selama proses pemilu, pemerintahan yang diisi kader-kader partai harus tetap berjalan dengan baik, karena pelantikan masih lama sampai Oktober. Kewajiban dan program harus tetap dilaksanakan. Regulasi industi membutuhkan leadership yang ada di pemerintahan dan di parlemen.
“Pemimpin tak boleh gagap teknoligi. Pemerintah harus melek digital dan itu harus bisa diwujudkan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Insya Allah kita akan masuk negara maju ke tujuh dunia dan nergara 10 besar dunia dibidang ekonomi tahun 2030 nanti,” pungkas dia.







Komentar