Yogyakarta, liputan.co.id – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta agar mahasiswa berperan aktif dalam menjaga ideologi bangsa dan berpartisipasi dalam pembangunan serta membantu pemerintah dan masyarakat, menghadapi tantangan masa depan.
Demikian dikatakan Hemas saat menerima Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Kraton Kilen, Yogyakarta, Senin (3/12). KAMMI bertemu Hemas dalam rangka silaturrahmi dan menyampaikan persiapan Rakornas KAMMI.
“Para mahasiwa harus berperan aktif menjaga ideologi dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa serta secara bersama menghadapi tantangan bangsa,” kata Hemas.
Lantas Hemas mengungkap sejarah keberadaan Kraton Yogyakarta yang tidak bisa dilepaskan dari NKRI. “Semasa mendiang HB IX, Kraton Yogya menggabungkan diri dengan NKRI meski sesungguhnya berdiri sendiri pun mampu. Tetapi semangat kebangsaan dari HB IX melebihi dari kepentingan Kraton,” ujar GKR Hemas.
Anggota DPD RI asal Yogyakarta itu juga mengapresiasi Rakornas KAMMI yang digelar di Yogyakarta dan berharap anak-nak muda punya pemikiran jauh ke depan. “Saya ingin anak muda yang berfikir untuk bangsanya. Kita berusaha meluruskan perjuangan bangsa bukan hanya kelompok, tetapi bagaimana pemuda menghadapi masa depan,” ucap Hemas.
Hemas berpesan, bangsa Indonesia saat ini jauh tertinggal dari negara lain, karena terlalu sering ‘ribut’ oleh persoalan politik. “Kapan kita mau survive kalau anak mudanya tidak berfikir ke depan. Bahkan barangkali sudah tidak paham lagi jatidiri bangsa. Saya yakin banyak anak muda yang gagal paham tentang ideologi kebangsaan kita,” tegas GKR Hemas.
Selain itu, Hemas juga berpesan agar pemuda tahu peta politik di Indonesia. “Jangan mau disuriahkan, yang Muslim, punya kewajiban menyatukan bangsa, bukan mau dibawa ke mana, tetapi dahulukan kepentingan bangsa. Ini yang penting,” tegas Hemas.
Sedangkan Ketua KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi didampingi Sekjen KAMMI, Taufik Hidayat dan beberapa pengurus lainnya menyatakan bahwa anjangsana mereka kepada GKR Hemas adalah untuk meminta izin serta nasihat dari permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X atas digelarkan Rakornas KAMMI pada 13-16 Desember nanti di Asrama Haji Sleman.
Irfan menuturkan, mereka berasal dari 400 perguruan tinggi di 30 provinsi dan 135 kota/kabupaten se-Indonesia. Meski berunsur gerakan ke-Islaman, menurut Irfan, mereka juga memiliki visi/misi berkebangsaan.
“Tantangan kami, anak muda saat ini adalah radikalisme, bagi kami ini juga jadi persoalan anak muda, juga dalam berbangsa, jangan sampai bangsa dipecah-belah karena kelompok yang mengatasnamakan agama. Karena itu, kami ingin belajar dari Kraton, bagaimana peran Kraton Yogya semasa pergerakan kemerdekaan,” pungkas Irfan.







Komentar