Jakarta – Ancaman terbesar bangsa saat ini adalah aksi intoleransi yang terus terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tak sedikit orang, kelompok tertentu menjadi aksi tidak terpuji itu.
Bahkan, aksi saling lapor ke pihak kepolisian terus mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia akibat dari tindakan intoleransi. Guna mencegah aksi tersebut, Politisi Partai Demokrat daerah pemilihan Jawa Timur (jatim) 7, Sartono menggagasRapar Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat untuk menguatkan ideologi Pancasila.
Digagasnya Ideologi Pancasila ini sebagai langkah tepat untuk mencegah terjadi aksi-aksi intoleransi di wilayah, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Magetan dan seluruh wilayah di Indonesia.
Staf Ahli DPR-RI Imam Mahfuz menuturkan, kegiatan RDP 4 Pilar ini sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Berangkat dari beberapa kejadian tentang tindakan intoleran di bangsa ini, para pelaku adu domba mulai menyasar daerah-daerah pedesaan sebagai mangsa mereka untuk menebar ketakutan kepada orang lain.
“Kita jangan terlena dengan keadaan yang kelihatan adem ayem di desa–desa, masyarakat harus tetap kita upgrade wawasan kebangsaanya, sehingga kehidupan yang sudah baik di Desa dengan budaya gotong royong, andap asor, tepo sliro dan anggah-ungguh yang adi luhung, yang diajarkan nenek moyang tetap dijaga dan semakin memperkokoh nilai-nilai timur bangsa Indonesia, yang dikenal ramah dan santun,” ucap Imam Mahfud.
Sementara itu, penggasa Anak Putus Sekolah (Apus) Aris mengakui aksi-aksi intoleransi yang sering terjadi di kota-kota besar mulai merambah ke Desa-Desa. Untuk itu, penguatan Ideologi Pancasila yang bersumber dari UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika patut dikuatkan.
“Sebelum wabah intoleransi dan juga radikalisasi yang kian masif saat ini dan merambah ke Desa-Desa, kita harus membentengi terutama wilayah kita dengan penguatan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal ika, supaya masyarakat bijak mencerna informasi yang sangat mudah mereka dapat dari media massa,” kata Aris penggagas komunitas Anak Putus Sekolah (Apus).
Acara penguatan ideologi Pancasila kepada masyarakat yang berlangsung di Balai Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo kemarin itu berlangsung baik. Acara tersebut juga melibatkan masyarakat dari Desa lainnya, serta dihadiri oleh perangkat Desa, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan karang taruna.
“Mengingat sangat jarang sekali anggota dewan yang mau bersusah payah menyapa konstituen yang ada di daerah-daerah terpencil. Harapanya peran Pak Sartono yang sudah bagus di Ponorogo dengan berbagai bantuan yang di gelontorkan dari rehabilitasi sarana sosial, ibadah, pendidikan dan fasilitas umum bisa berjalan terus dan diperbanyak porsinya untuk tahun-tahun berikutnya, terutama di daerah,” harap Khusaini perwakilan masyarakat Ponorogo. (RTH/liputan)







Komentar