PSSI Kirim Lawyer Dampingi Johar dan Dwi

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi akan memberikan bantuan hukum atas ditangkapnya sejumlah pengurus PSSI terkait kasus pengaturan skor sepakbola di Liga Indonesia.

Hal tersebut dinyatakan Edy usai mengikuti rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (3/1). PSSI menurutnya, memutuskan untuk mengirim lawyer (pengacara) untuk membantu pengurus yang ditangkat terkait kasus tersebut.

Edy juga menyampaikan dalam rapat Exco itu belum memutuskan sanksi internal PSSI terhadap Johar dan Dwi. “Belum ada keputusan untuk Johar dan Dwi. Kami menunggu status hukumnya inkrah,“ imbuh Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu.

Pada ksempatan itu Edy mengapresiasi upaya Satgas Antimafia Bola Bareskrim Polri dalam membantu membrantas mafia sepakbola di Indonesia.

“Kami akan bersama-sama Satgas Polri memberantas mafia sepakbola. Ke depan, tidak ada lagi pengaturan skor, kami ingin PSSI menjadi organisasi yang andal kedepannya,” kata dia.

Pernyataan Edy ini menyikapi dua pengurus PSSI yang ditangkap Satuan Tugas Antimafia Bola yang dibentuk Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia. Kedua pejabat tersebut adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng dan mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Satgas Antimafia Bola pun menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka, bersama dua tersangka lainnya yang bukan pengurus PSSI yang ditangkap di Jawa Tengah.

Sementara itu rapat Exco PSSI yang berlangsung di Hotel Sultan, selain mengagendakan membahas mengenai tersangka pengaturan skor. Rapat juga membahas situasi PSSI terkini.

Menurut Edy ada beberapa persoalan yang dibahas dalam rapat Exco, yaitu yang utama ada exco yang ditahan. Selain itu juga membahas persiapan menjelang Kongres PSSI yang akan berlangsung pada 20 Januari nanti.

“Rapat juga membahas persiapan untuk Kongres PSSI yang dilaksanakan pada 20 Januari. Kemarin itu masih dua tempat Kongres yang diusulkan antara Medan dan Bali, Kita segera putuskan tempat pastinya,” pungkas Edy kepada awak media.

Komentar