Jakarta – Maraknya aksi intoleran di tahun politik menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat, baik di kota maupun pedesaan. Aksi yang tak terpuji ini mulai merambah ke desa-desa, dan hal itu sering dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Para pemangku kepentingan di bangsa ini, baik Pemerintah maupun anggota DPR-RI diharapkan bisa memanilisir atau mencegah aksi-aksi tersebut. Anggota DPR-RI Komisi VI Fraksi Demokrat, Sartono ikut prihatin dengan ancaman terhadap moral masyarakat. Olehnya itu, politisi asal Pacitan ini menggelar rapar dengar pendapat (RDP) dengan masyarakat.
Dalam acara RDP yang digelar di lima daerah, yakni Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, dan Magetan itu, Sartono memfokuskan pada pemahaman masyarakat tentantg ideologi pancasila.
Dalam pemaparannya, staf ahli DPR-RI Dyah Mentari menuturkan, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Berangkat dari beberapa kejadian terkait tindakan intoleran di bangsa ini, para pelaku adu domba mulai menyasar daerah-daerah pedesaan sebagai mangsa mereka untuk menebar ketakutan kepada orang lain.
“Kita jangan terlena dengan keadaan yang kelihatan adem ayem di desa–desa, masyarakat harus tetap kita upgrade wawasan kebangsaanya, sehingga kehidupan yang sudah baik di Desa dengan budaya gotong royong, andap asor, tepo sliro dan anggah-ungguh yang adi luhung, yang diajarkan nenek moyang tetap dijaga dan semakin memperkokoh nilai-nilai timur bangsa Indonesia, yang dikenal ramah dan santun,” kata Dyah Mentari dalam paparannya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Trenggalek, Jainal mengakui kegiatan yang digelar oleh Sartono sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. Bahkan, Sartono sendiri adalah satu satu Anggota DPR yang tercatat rajin mengunjungi dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Mengingat sangat jarang sekali anggota dewan yang mau bersusah payah menyapa konstituen yang ada di daerah-daerah terpencil. Harapanya peran Pak Sartono yang sudah bagus di Trenggalek dengan berbagai bantuan yang di gelontorkan dari rehabilitasi sarana sosial, ibadah, pendidikan dan fasilitas umum bisa berjalan terus dan diperbanyak porsinya untuk tahun-tahun berikutnya, terutama di daerah,” Ucap Jainal. (***)







Komentar