Pastikan Stok Pupuk, Komisi IV DPR Datangi PT Pusri

Palembang – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menyatakan Pemerintah tengah gencarnya menghidupkan lahan rawa tidur. Merespon kegiatan itu, Panitia Kerja (Panja) Prasarana dan Sarana Bidang Pertanian Komisi IV DPR RI mendatangi PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) di Kota Palembang guna memastikan ketersediaan pupuk bagi para petani pada musim tanam 2019, sebagai upaya DPR mendukung program penghidupan lahan rawa tidur.

“Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat penting dalam meningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian. Kita tanyakan kepada PT Pusri tentang kesiapan (stok) pupuk yang ada di pabriknya,” kata Edhy, selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja Prasarana dan Sarana Bidang Pertanian Komisi IV DPR, ke Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (6/2).

Dijelaskan Edhy, bertambahnya wilayah tanam, maka bertambah pula kebutuhan akan pupuk. “Jangan sampai program disiapkan, tetapi pupuknya tidak siap. Dan ternyata pihak Pusri sudah memberikan kepastian bahwa stok pupuknya berlebih,” ujar anggota Fraksi Partai Gerindra itu.

Sumatera Selatan menurutnya, merupakan salah satu provinsi yang anggaran pertaniannya cukup besar. Terbukti sudah empat tahun terakhir ini, pertambahan jumlah beras yang ada di sana selalu meningkat.

Dalam kesempatan itu, Komisi IV DPR RI juga meminta pemerintah agar berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tunggakan atas pinjaman terkait pengadaan pupuk kepada pihak perbankan.

“Terhadap masalah kurang bayar, saya meminta pemerintah harus komitmen. Jangan masalah kurang bayar ini menjadi beban bagi produsen pupuk. Karena beban produsen pupuk juga akan berimbas pada beban bagi petani kita. Dengan anggaran (pertanian) yang begitu besar, hal ini yang harus diprioritaskan,” pintanya.

Dia tegaskanj, kalau pemerintah tidak mau ada subsidi, maka harus dicarikan jalan keluarnya. “Jadi tidak bisa dijadikan alasan bahwa subsidi memberatkan, karena pada kenyataannya dengan adanya subsidi yang diberikan justru membuat sektor pangan kita membaik,” ujarnya.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan itu mengimbau agar masalah kurang bayar tersebut sebaiknya bisa segera dilunasi, supaya tidak ada lagi beban bunga. “Saya menilai pemerintah belum melihat secara serius tentang masalah ini,” kata Edhy.

Diketahui, PT Pusri sudah berumur tua. Kebutuhan yang besar akan gas sangat diperlukan dalam melakukan proses produksinya. Dengan kondisi harga jual gas yang tinggi saat ini, maka berdampak pada harga jual produk komersil. Sehubungan dengan itu, Edhy menyatakan bahwa harga gas untuk produsen pupuk dipatok dengan harga USD6, padahal harga gas didunia hanya seharga USD3.

“Kenapa patokan harga ini tidak dilepas saja, kalau kita mau membuat produsen pupuk dalam negeri ini efektif dan efisien. Harga gas juga menjadi masalah bagi pabrik pupuk. Padahal kita bisa menjadi negara penghasil pupuk terbesar dunia, karena harga (pupuk) kita sangat kompetitif,” pungkasnya.

Komentar