Sumedang – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengeluhkan kurangnya tenaga instruktur di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Terlebih menurut Dede, dua tahun ke depan, banyak dari tenaga instruktur yang akan memasuki masa pensiun namun belum ditemukan penggantinya.
Saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Sumedang, Dede mengimbau BLK Kabupaten Sumedang untuk segera melakukan perekrutan tenaga instruktur baru yang masih ‘fresh’, sehingga dapat memberikan pengajaran dengan baik kepada para calon tenaga kerja yang mengikuti pelatihan di BLK tersebut.
“Dalam dua tahun ke depan, BLK akan menghadapi para instruktur yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga sangat mungkin tidak ada lagi instruktur. Kita sudah sampaikan kepada bupati dan bupati siap untuk mencarikan instruktur baru,” ujar Dede, usai memimpin Tim Kunker Komisi IX DPR RI ke BLK Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/2).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, fakta tersebut menjadi dilema tersendiri bagi Kabupaten Sumedang, sebab di lain sisi mereka baru saja kedatangan alat penunjang pelatihan yang memiliki teknologi yang cukup baik. Ia menyarankan apabila Bupati Sumedang berkomitmen untuk mendapatkan instruktur baru, maka harus diberikan beasiswa agar menghasilkan para calon instruktur yang berkompeten.
“BLK barangnya sudah baru semua, kemudian paketnya sudah meningkat menjadi 179 paket untuk bisa menyerap sekitar 3000-an pelatihan, itu sudah cukup baik. Ini harus dibarengi dengan calon instruktur yang berwawasan, kalau perlu memberikan beasiswa kepada para calon instruktur. Nah, ini artinya sudah menjadi komitmen beliau bahwa instruktur itu penting,” imbuh Dede.







Komentar