Politisi Golkar Optimis Papua Jadi Tuan yang Baik Di PON 2020

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai persiapan pembangunan Stadion Papua Bangkit sebagai salah satu arena utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Provinsi Papua sudah mencapai sekitar 97 persen.

Penilaian tersebut disampaikan Hetifah saat dihungbungi wartawan, Senin (18/2), setelah memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Provinsi Papua Jumat (15/2) selaku tuan rumah PON XX tahun 2020 nanti.

“Kalau mencermati hasil kunjungan kerja minggtu lalu, kami optimis Papua bisa menjadi tuan rumah yang baik. Indikatornya, pembangunan Stadion Papua Bangkit sudah di posisi 97 persen,” kata Hetifa.

Bahwa saat ini masih ada kekurangan di sana-sini lanjutnya, sangat wajar. Namun dari sisi waktu yang masih tersedia semua kekurangan akan bisa diselesaikan oleh pihak-pihak terkait sesuai dengan kesepakatan dan komitmen bersama.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, saat menggelar rapat di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua di Jayapura, hadir antara lain perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Civitas Universitas Cenderawasih, Civitas Universitas Musamus Maumere dan Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua.

Selaku Pimpinan Komisi X DPR, Hetifa juga mengajak para mitra-kerja mendukung kegiatan PON sebagai even yang tidak terpisah dari upaya-upaya pendidikan, membangun pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian ujarnya, maka bukan hanya hasil prestasi olahraga saja yang didapat, juga Papua bisa maju secara ekonomi, olahraga, pendidikan, pariwisata maupun bidang ekonomi kreatifnya.

“Selain olahraga, masalah pendidikan yang ada di Papua juga penting. Kami mendapat masukan-masukan dari para rektor universitas di Papua agar kebijakan-kebijakan yang ada di pusat mampu merespon situasi yang ada di daerah, jadi semua kebijakan harus berbasis fakta dan realita yang ada di lapangan,” tambah Hetifah.

Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur itu menegaskan, fakta dan informasi yang dikemukakan dalam pertemuan dapat menjadi masukan bagi DPR untuk membuat kebijakan agar lebih ramah terhadap daerah khusus seperti Papua.

“Kami Anggota Dewan mengharapkan agar Papua mendapatkan support yang lebih serius di tahun yang akan datang. Perhatian pendidikan mahasiswa Papua yang perlu didukung dalam hal beasiswa serta sarana dan prasarana pendidikan yang masih mangkrak. Ini perlu dipikirkan oleh Pemerintah Pusat,” pungkas Hetifah.

Komentar