Politisi PPP: Harus Ada Tindakan Konkret Hentikan Siswa Bully Guru

Jakarta – Pimpinan Komisi Pendidikan DPR RI DR Reni Marlinawati menyatakan prihatin dan sedih atas peristiwa perisakan (bully) yang dilakukan oleh siswa terhadap seorang guru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dalam video yang berdurasi 54 detik yang tersebar melalui media sosial, seorang guru diduga TKP-nya di SMP PGRI Wringinanom, Gresik menjadi korban risak oleh siswa karena guru mengingatkan muridnya tidak merokok di dalam kelas. Bahkan lewat video itu, terkesan siswa menantang guru yang seharusnya dihormati.

Bully siswa kepada guru terulang kembali. Saya prihatin dan sedih atas peristiwa yang terjadi di Gresik tersebut. Harus ada tindakan konkret untuk menghentikan praktik tersebut,” ujar Reni, lewat rilisnya, Senin (11/2).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi X itu meminta agar pemerintah daerah setempat menelusuri penyebab siswa berperilaku seperti. “Dinas Pendidikan harus memberi perhatian serius atas peristiwa tersebut. Harus dicari akar penyebabnya, mengapa siswa memiliki adab yang tak terpuji?,” tanya Reni.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat IV itu menegaskan, sekolah bertanggungjawab penuh dalam pembentukan karakter anak didik. Jika sekolah memiliki komitmen kuat dalam pembentukan karakter anak didik ujarnya, peristiwa tersebut tidak bakal terjadi. “Jika sekolah abai dalam pembentukan karakter, Dinas Pendidikan harus memberi atensi serius terhadap sekolah itu,” kata Reni.

Terakhir, Reni meminta pemda bersama penyelenggara pendidikan baik swasta maupun negeri lebih serius memperhatikan pembentukan karakter anak didik. “Penguatan karakter dan akhlak anak didik harus dinomorsatukan, karena pendidikan tidak hanya fokus pada kecerdasan anak didik saja,” pungkas Reni.

Komentar